Kamis 10 Nov 2022 19:39 WIB

Bupati Herman Menjamu Para Pahlawan Kecil

Bupati Herman memberi kado untuk para Pahlawan Kecil.

Emak Acum (89), paraji warga Cigenang, didaulat Bupati Herman sebagai Pahlawan kecil tanpa jasa bersama 20 warga lainnya dengan kategori berbeda, saat upacara peringatan Hari Pahlawan 10 November 2022.
Foto: istimewa/doc humas
Emak Acum (89), paraji warga Cigenang, didaulat Bupati Herman sebagai Pahlawan kecil tanpa jasa bersama 20 warga lainnya dengan kategori berbeda, saat upacara peringatan Hari Pahlawan 10 November 2022.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Ada cara unik, termasuk cara memaknai, yang dilakukan Bupati Cianjur Herman Suherman dalam memperingati Hari Pahlawan 10 November 2022.

Ia memberi kejutan dengan memberikan 'kado istimewa' kepada warganya  yang dianggap berjasa dan berkontribusi buat kepentingan orang banyak sebagai pahlawan kecil.

Berbagai kelompok masyarakat ini, sengaja diundang hadir pada upacara peringatan Hari Pahlawan di halaman Kantor Pemkab Cianjur (10/11). Usai upacara, para pahlawan kecil itu dijamu istimewa lewat makan siang bersama bupati  di Pendopo.

Para pahlawan kecil ini terdiri dari guru mengaji di kampung, guru TKS, penjaga palang pintu kereta, petugas kebersihan, para nakes covid-19,  paraji di kampung, anak-anak disabilitas yang berprestasi, tukang gali kubur, sopir ambulance, perempuan yang aktip memajukan kampungnya, dan warga yang aktip melakukan ronda keliling setiap malam.

 

Menurut Herman, mereka itu sebenarnya juga para pahlawan di bidangnya masing-masing. Tapi, karena peran, perjuangan dan jasa para pahlawan kemerdekaan dulu yang jauh lebih  besar, baik lewat darah dan air mata, maupun lewat pengorban nyawanya, maka Herman memilih julukan yang lebih tepat kepada mereka yang diundang itu sebagai pahlawan kecil.

"Saya merasa perlu memberikan apresiasi yang wajar kepada warga saya yang dianggap telah cukup berjasa dalam kontek kepentingan orang banyak,  dengan menyematkan julukan sebagai pahlawan kecil,” kata Herman dalam siaran pers, Kamis (10/11/2022).

Pahlawan kecil ini, menurut Herman, sekaligus dalam rangka memberi makna baru hari Pahlawan yang tak boleh hanya berhenti pada celebrasi rutin tahunan yang kering. Dengan begitu, kata Herman, untuk menjadi seorang pahlawan itu tak harus menunggu perang atau dijajah bangsa lain.

"Di hadapan kita banyak sekali pekerjaan, tugas dan penggabdian yang sangat memberi kesempatan kepada siapapun untuk menjadi pahlawan,” paparnya.

Dikatakannya, guru mengaji tak pernah lelah memberikan ilmunya kepada anak-anak di kampung, meskipun tak dibayar, atau jika ada pun yang bayar hanya mengantongi 100 ribu per bulan. “Mreka juga sangat layak disebut pahlawan kecil. begitu juga dengan yang lainnya seperti paraji di kampung, petugas kebersihan dan lain-lain," tegasnya.

Herman berpesan sekaligus berharap, dengan kehadiran para pahlawan kecil ini, selain menjadi inspirasi dan tauladan yang bisa dicontoh, juga dapat  menjadi "virus kebaikan" yang menular kepada warga lainnya.

"Saya yakin, pada saatnya, akan lebih banyak lagi pahlawan-pahlawan kecil lainnya yang akan menyusul. Karena itu, saya juga meminta kepada seluruh OPD untuk aktip turun ke masyarakat, selain dalam rangka menjaring para pahlawan kecil tadi, juga dalam ikut mendorong tumbuhnya semangat kepahlawan di kalangan masyarakat,” papar Herman.

Warga Pamoyanan yang sudah lebih dari 20 tahun mengabdi sebagai tukang gali kubur,  Saefulloh (47 thn),mengaku sangat senang dan bahagia diundang Bupati. "Saya tidak menyangka, Pak Bupati punya kepedulian dan perhatian yang begitu besar kepada orang-orang kecil seperti kami," ujarnya.

Pengakuan yang sama disampaikan  Emak Acum (89 th), warga Cugenang yang sehari hari sebagai paraji alias tukang membantu proses kelahiran bayi di kampung. "Awalnya saya kaget, ketika ada yang datang ke rumah mengundang saya hadir ke Pendopo.

"Dikirain mau apa, eh ternyata saya diundang makan siang bersama Pak Bupati. Pasti saya senang lah. Padahal, selama ini saya bekerja, termasuk jika ada yang melahirkan tengah malam, saya lakukan semuanya tanpa pamrih," ungkapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement