Rabu 09 Nov 2022 00:32 WIB

Menkes Sebut Pasien Covid-19 di RS Bergejala Ringan

Pada 6 November 2022 ada 4.523 pasien Covid-19 yang dirawat di RS

Red: Nur Aini
Petugas merapikan bantal di Rumah Sakit ilustrasi. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit kebanyakan mengalami gejala ringan hingga sedang.
Foto: ANTARA/Patrik Cahyo Lumintu
Petugas merapikan bantal di Rumah Sakit ilustrasi. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit kebanyakan mengalami gejala ringan hingga sedang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit kebanyakan mengalami gejala ringan hingga sedang.

"Yang berat dan kritis relatif sedikit. Penggunaan oksigen juga sedikit. Jadi banyak yang (bergejala) ringan dan sedang yang dirawat," katanyadalam rapat kerja kementerian bersama Komisi IX DPR RI yang diikuti via daring dari Jakarta, Selasa (8/11/2022).

Baca Juga

Menurut dia, pada 6 November 2022 ada 4.523 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dengan perincian 4.295 orang menjalani isolasi dan 228 orang menjalani perawatan intensif.

Ia memaparkan, di antara pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit ada 706 pasien yang tanpa gejala, 1.890 pasien dengan gejala ringan, 1.658 pasien dengan gejala sedang, 201 pasien dengan gejala berat, dan 29 pasien dengan kondisi kritis.

Menurut Budi, pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit kebanyakan berusia 19 hingga 59 tahun. "Dominasi lansia juga tinggi sekali," katanya.

Di antara pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit, ia mengatakan, ada dua orang yang dilaporkan meninggal dunia. Budi mengatakan, angka kematian pasien akibat Covid-19 saat ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan angka kematian pasien semasa penularan virus corona varian Delta.

Menteri Kesehatan mengatakan bahwa peningkatan penularan Covid-19 di Indonesia saat ini dipengaruhi oleh persebaran virus corona subvarianOmicron, termasuk OmicronBA.2.75, Omicron XBB, dan Omicron BQ.1. Pemerintah masih melakukan penyuluhan mengenai penerapan protokol kesehatan serta melaksanakan vaksinasi, pemeriksaan, penelusuran kasus, dan penanganan pasien untuk menanggulangi penularan Covid-19.

Pemerintah mendorong warga menjalani vaksinasi dosis ketiga atau dosis penguat untuk meningkatkan ketahanan tubuh terhadap serangan virus corona Covid-19 beserta varian-variannya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement