Ahad 09 Oct 2022 10:33 WIB

Menopang Jalur IKN, Studi Kelayakan Jembatan Barito 2 Tengah Digarap

Pemprov Kalsel melakukan studi kelayakan Jembatan Barito 2 Tengah untuk jalur ke IKN.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Bilal Ramadhan
Suasana Jembatan Pulau Balang yaitu penghubung Balikpapan dengan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, Jumat (7/10/2022). Pemprov Kalsel melakukan studi kelayakan Jembatan Barito 2 Tengah untuk jalur ke IKN.
Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Suasana Jembatan Pulau Balang yaitu penghubung Balikpapan dengan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, Jumat (7/10/2022). Pemprov Kalsel melakukan studi kelayakan Jembatan Barito 2 Tengah untuk jalur ke IKN.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kini tengah menggarap studi kelayakan pembangunan Jembatan Barito 2. Jembatan menghubungkan Kota Banjarmasin menuju Batola itu dapat menjadi simpul logistik untuk menopang jalur ke Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur.

“Kami merencanakan Jembatan Barito 2 akan dibantu pemerintah pusat untuk menjadikan akses mendukung IKN karena Kalimantan Selatan ini merupakan pintunya IKN,” kata Kepala Dinas PUPR Pemprov Kalsel Ahmad Solhan.

Baca Juga

Solhan menuturkan dengan adanya Jembatan Barito 2 dilrediksi akan melancarkan konentivitas ke IKN. Selain itu juga manfaatnya dapat dirasakan untuk kesejahteraan masyarakat.

Dia memastikan saat ini studi kelayakan masih dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Jika sudah selesai, Solhan mengatakan Dinas PU Kalimantan Selatan akan berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk berkoordinasi dengan Kementerian PUPR. 

“Kami akan menganggarkan untuk tahun depan pada 2023. Kalau selesainya pelaksanaan studi kelayakan mungkin pertengahan 2023,” tutur Solhan. 

Solhan belum bisa menyebut berpaa jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk membangun Jembatan Barito 2 tersebut. Dia menegaskan anggaran dapat terlihat setelah studi kelayakan selesai dikerjakan. 

Dia menambahkan, dari sisi kebutuhan maka Jembatan Barito 2 memang perlu dibangun. “Karena lalulintasnya sudah padat seperti ini. Kami juga perlu ada alternatif alternatif untuk membuka konektivitas,” ucap Solhan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement