Ahad 02 Oct 2022 21:57 WIB

Komplotan Maling Beraksi di Minimarket, Dua Orang Pura-Pura Menanyakan Barang

Uang jutaan rupiah yang berada di laci kasir dibawa oleh komplotan tersebut.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Mas Alamil Huda
Sebuah minimarket di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, disatroni komplotan maling, pada Sabtu (1/10/2022) malam. Foto: Petugas melakukan identifikasi lokasi pencurian (ilustrasi).
Foto: Antara
Sebuah minimarket di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, disatroni komplotan maling, pada Sabtu (1/10/2022) malam. Foto: Petugas melakukan identifikasi lokasi pencurian (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Sebuah minimarket di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, disatroni komplotan maling, pada Sabtu (1/10/2022) malam. Akibatnya, uang jutaan rupiah yang berada di laci kasir dibawa oleh komplotan tersebut.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mangkubumi, Inspektur Satu (Iptu) Hartono, mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu sekitar pukul 19.00 WIB. Ketika itu, terdapat tiga orang yang masuk ke dalam minimarket seolah-olah hendak berbelanja.

Baca Juga

"Tiga orang pelaku masuk ke dalam Alfamart, kemudian dua orang mengalihkan perhatian kasir dengan berpura-pura menanyakan barang," kata dia, Ahad (2/10/2022).

Salah satu dari tiga orang itu kemudian mengambil uang di laci kasir, ketika kasir sedang diajak berbicara. Usai melakukan aksinya, tiga orang itu berusaha melarikan diri menggunakan satu unit mobil Avanza.

Namun, salah seorang pelaku tertangkap oleh warga di sekitar minimarket itu. Alhasil, orang itu dibawa ke Polsek Mangkubumi. "Akibat dari kejadian tersebut Alfamart mengalami kerugian Rp 6,3 juta," kata Kapolsek.

Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kasus itu. Ihwal adanya informasi bahwa pelaku menggunakan senjata api, hal itu tidak dapat dibuktikan.

"Yang beredar di medsos pelaku menggunakan senpi, itu hoaks," kata Hartono.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement