Rabu 28 Sep 2022 11:17 WIB

Erick Bicara soal Kedekatannya dengan Ketum Parpol

Erick Thohir mengatakan memiliki hubungan baik dengan seluruh ketua umum partai

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Gita Amanda
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan memiliki hubungan baik dengan seluruh ketua umum (ketum) partai politik. (ilustrasi).
Foto: Bumn
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan memiliki hubungan baik dengan seluruh ketua umum (ketum) partai politik. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan memiliki hubungan baik dengan seluruh ketua umum (ketum) partai politik. Erick menyebut hubungan baik ini telah terjalin jauh sebelum dirinya menjadi Menteri BUMN.

"Semuanya dekat, sebelum masuk di pemerintahan kan latar belakang saya media, dan dunia olah raga jadi sangat lentur. Saya yakin ketum parpol tahu rekam jejak saya selama ini dan insyaAllah saya akan terus menjaga kepercayaan ini," ujar Erick dalam acara bertajuk "Erick Thohir Kuda Hitam 2024" di salah satu stasiun televisi swasta pada Selasa (27/9/2022).

Baca Juga

Tak hanya ketum, Erick juga terus menjaga sinergitas dengan para anggota parpol, seperti yang ia lakukan dengan Komisi VI DPR sebagai mitra Kementerian BUMN. Erick mengatakan Komisi VI DPR berperan besar dalam mengawal transformasi BUMN.

"Dari PKS, PDIP, Golkar, dan lainnya, harus saya dengar, itu bagian dinamika dan alhamdulilah kerja sama dengan Komisi VI luar biasa, contoh penyelamatan Garuda. Itu Komisi VI bikin panja. Ini hasil bagus ketika DPR dan pemerintah bisa mencari solusi terbaik untuk bangsa," ucap Erick.

Erick juga mengaku memiliki relasi yang baik dengan sejumlah nama yang digadang-gadang akan menjadi capres 2024 seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, hingga Anies Baswedan. Sebagai sebuah kesepakatan bersama, lanjut Erick, setiap kandidat tentu memerlukan kendaraan politik untuk maju dalam kontestasi Pilpres.

"Kalau melihat survei kan sekarang ada tiga nama, Pak Prabowo, Pak Ganjar, Pak Anies, hubungan dengan ketiganya juga baik, silakan tanya mereka. Dinamikanya masih cair, bisa dua, tiga, atau empat pasang (calon), tidak mungkin satu paslon kayaknya," lanjut Erick.

Bagi Erick, hal terpenting dalam politik ialah memiliki tujuan untuk masyarakat luas, bukan diri sendiri. Oleh karenanya sejak awal dia mengingatkan seluruh direksi dan komisaris mampu menunaikan amanah dalam membawa BUMN lebih baik.

Erick berharap kontestasi Pilpres mendatang menjadi kompetisi dalam memaparkan program yang memiliki manfaat bagi masyarakat. Erick menilai perbedaan dalam Pilpres merupakan bagian dari demokrasi yang bertujuan memperkuat bangsa ke depan.

"Jangan tarung, jangan politik identitas, kasian rakyat, tapi program apa yang dilakukan untuk rakyat. Kalau tarung terus tidak habis-habis. Kalau kita tarung, bangsa lain tepuk," kata Erick menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement