Rabu 21 Sep 2022 14:46 WIB

Pj Bupati Muba Mediasi Petani Sawit dengan PT MBI di Batanghari Leko

Apriyadi langsung mengecek ke lapangan tuntaskan konflik petani sawit di BHL

Apriyadi langsung mengecek ke lapangan tuntaskan konflik petani sawit di BHL.
Foto: Pemkab Muba
Apriyadi langsung mengecek ke lapangan tuntaskan konflik petani sawit di BHL.

REPUBLIKA.CO.ID, BATANGHARI LEKO - Setelah mendapatkan surat keluhan dari petani sawit plasma Kecamatan Batanghari Leko (BHL) pada 25 Agustus lalu, Pj Bupati Musi Banyuasin (Muba) Apriyadi langsung merespons cepat untuk menyelesaikan konflik permasalahan antara Petani Plasma dengan PT Musi Banyuasin Indah (MBI). 

Pada Rabu (21/9/2022) siang di sela aktivitas yang padat, Apriyadi turun tangan mendatangi petani sawit plasma Kecamatan Batanghari Leko. Ia datang guna memediasikan permasalahan dengan PT MBI di Kantor Camat Batanghari Leko. 

Baca Juga

"Kami mengira akan dipanggil ke kantor Pemkab Muba, tapi malah Pak Bupati Apriyadi mendatangi kami secara langsung untuk menyelesaikan permasalahan yang kami alami saat ini. Terima kasih Pak Bupati Apriyadi yang sangat peduli dengan nasib kami petani sawit," ungkap perwakilan petani sawit plasma Kecamatan BHL, Nazirin. 

Menurutnya, sosok Bupati Apriyadi sangat merakyat dan sangat peka terhadap permasalahan yang dialami masyarakat Muba. "Kami berharap persoalan kemitraan kami bisa tuntas dengan dimediasi langsung oleh Pak Bupati Apriyadi," ucapnya. 

Nazirin mengaku petani sawit plasma di Kecamatan BHL selama ini mengalami pemotongan Tandan Buah Segar yang jumlahnya sangat besar oleh PT MBI. Hal ini menjadi keberatan petani sawit plasma di BHL. "Kedatangan Pak Bupati Apriyadi hari ini menjadi titik terang terhadap permasalahan yang dialami petani sawit plasma di BHL selama ini," bebernya.

Senada diungkapkan petani sawit plasma BHL lainnya yakni Muzamil. Ia menuturkan petani sawit di BHL sangat berharap bisa mendapatkan bantuan program peremajaan kelapa sawit tapi terbentur dengan legalitas kepemilikan lahan. 

"Sebenarnya kami sangat menyambut baik program PSR yang saat ini digencarkan Pemkab Muba. Namun untuk pengajuan kami terbentur dengan legalitas atau sertifikat. Kami mohon semoga Pak Bupati Apriyadi bisa mencarikan solusi untuk kami," harapnya. 

Selain itu, petani sawit plasma di BHL juga meminta agar kondisi jalan rusak di wilayah perkebunan bisa diperbaiki. "Jadi akses kami bisa lebih mudah untuk ke kebun dan membawa hasil perkebunan," imbuh Muzamil.

General Manager PT Musi Banyuasin Indah, Abdul Aziz Muslim, mengucapkan terima kasih atas perhatian Bupati Muba Apriyadi yang turun langsung untuk menengahi dan turut andil memediasikan perusahaan dengan petani sawit plasma di BHL. "Kami apresiasi Pak Bupati Apriyadi yang punya kepedulian yang sangat besar untuk menciptakan kondusivitas Kabupaten Muba dan langsung turun ke lapangan," tuturnya. 

Ia menambahkan, terkait sortasi, persoalan replanting, SHM atau legalitas serta jalan rusak sebagaimana yang menjadi keluhan petani plasma akan dicarikan solusi segera. "Percayalah kami pihak perusahaan berpihak ke petani. Jadi bertahap akan dicarikan solusinya segera demi kepentingan petani di BHL terlebih mitra PT MBI," tukasnya. 

Apriyadi mengatakan dirinya mewakili Pemkab Muba akan selalu berkomitmen hadir ke tengah masyarakat Muba yang sedang berkonflik terlebih terkait kesejahteraan petani. "Kita harus sama-sama menjaga diri, semua permasalahan bisa diselesaikan dengan baik-baik melalui mediasi," ucapnya. 

Mantan kabag kesra Pemkab Muba ini menceritakan, ketika mendapatkan surat aduan dari petani sawit plasma Kecamatan BHL dirinya langsung berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan dan perusahaan terkait. "Intinya setiap permasalahan pasti akan ada solusi kalau kita mengedepankan upaya mediasi. Saya juga sudah tegaskan kepada pihak perusahaan untuk selalu komitmen berpihak ke petani dan masyarakat Kecamatan BHL," ujarnya. 

Dalam rangkaian tersebut juga diberikan bantuan bibit kelapa sawit untuk 20 orang petani kelapa sawit sebanyak 3.000 batang bibit dalam bentuk polibag bersertifikat dari Pemkab Muba melalui Disbun Kabupaten Muba.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement