Sabtu 17 Sep 2022 18:15 WIB

BI Sosialisasikan Uang Rupiah Baru ke Nelayan Muara Angke

Warga antusias menukar uang baru.

Warga menunjukkan pecahan uang rupiah kertas terbaru. Bank Indonesia (BI) menyosialisasikan uang rupiah baru ke nelayan Muara A
Foto: ANTARA/Novrian Arbi
Warga menunjukkan pecahan uang rupiah kertas terbaru. Bank Indonesia (BI) menyosialisasikan uang rupiah baru ke nelayan Muara A

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menyosialisasikan uang rupiah baru ke nelayan Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Sabtu (17/9/2022). Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian "Jakarta Maritim Fest 2022" dan dihadiri 52 nelayan. 

Sosialisasi berlangsung di Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTR) Angke Interaktif. Warga mendapatkan penjelasan terkait uang cetakan terbaru dari Analis Senior Departemen Pengelolaan Uang BI Deviana Anthony.

Baca Juga

Antusiasme warga terhadap uang rupiah baru sudah cukup tinggi. Kemungkinan, kata Deviana, kecintaan warga terhadap uang rupiah yang baru muncul setelah dijelaskan sejumlah kelebihannya.

"Ukuran yang Rp 1.000 lebih kecil dari yang sekarang ya kayak uang mainan anak-anak. Tapi bagus sih, lebih simpel, masuk ke dompet jadi enggak lecek," kata warga Kelurahan Pluit Lina Mariana.

Pengurus Lembaga Musyawarah Kelurahan RW 20 Kelurahan Pluit Mutmainah bersama keluarga nelayan Muara Angke juga tertarik menukarkan uang rupiah pecahan Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000 dan Rp 5.000 usai mendapat sosialisasi uang baru. "Karena lambat laun, uang lama itu akan ditarik. Jadi sebagai pelaku usaha dagang di pelelangan (ikan), saya bersedia menukar uang lama dengan yang baru karena sudah sering sekali melihat pergantian uang," kata Mutmainah.

Adapun kelebihan uang baru, antara lain ukuran yang berbeda pada setiap pecahan. Kalau uang lama, jarak perbedaan ukurannya masing-masing dua milimeter, sementara kini bedanya menjadi lima milimeter.

"Jadi masing-masing pecahan bedanya lima milimeter, lebih tampak bedanya," kata Deviana.

Uang rupiah baru menggunakan benang pengaman teknologi terkini. Kalau uang rupiah lama menggunakan teknologi yang sudah berusia 20 tahun.

"Teknologi benang pengaman uang yang sekarang bisa menghasilkan gerak dinamis, mirip dengan benang pengaman di pecahan uang 100 dolar AS," kata Deviana.

Tinta khusus Optically Variable Magnetic Ink (OVMI) yang mengisi gambar bunga pada uang Rupiah baru juga bisa berpendar dan berubah warna sehingga sukar dipalsukan. "OVMI ini tinta khusus, orang-orang yang mau memalsukan nanti mereka tidak bisa menggunakan ini," kata Deviana.

Jakarta Maritim Fest 2022 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan rangkaian acara pemberdayaan masyarakat kawasan pesisir Jakarta Utara, yakni Muara Angke dan Pantai Indah Kapuk, Penjaringan serta Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu pada akhir pekan September 2022. Salah satu acaranya, yakni sosialisasi uang rupiah 2022 dari Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, dilanjutkan dengan lokakarya pengolahan hasil perikanan di RPTRA Angke Interaktif pada Sabtu.

Acara tersebut diharapkan menjadi momentum kebangkitan kembali aktivitas masyarakat di kawasan pesisir Jakarta dan Kepulauan Seribu pascapandemi COVID-19 dalam hal ekonomi, olah raga, pariwisata dan budaya. Adapun sosialisasi dari perwakilan BI kepada masyarakat pesisir di Muara Angke terkait tren inflasi, wajah baru rupiah tahun 2022 dan lain-lain, diharapkan dapat memberi insight terkait inflasi, mata uang baru dan lain-lain ke nelayan dan pelaku UMKM di kawasan Jakarta Utara tersebut.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement