Kamis 25 Aug 2022 04:03 WIB

Pengamat: Bukan tidak Mungkin PDIP Sodorkan Puan ke Nasdem

PDIP lemparkan pesan politik ke Nasdem.

Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memberikan keterangan usai pertemuan di Kantor DPP Nasdem, Jakarta,  Senin (22/8/2022). Pertemuan tersebut dalam rangka silahturahmi sekaligus safari politik yang merupakan salah satu dari amanat Rakernas PDIP dengan menugaskan Puan Maharani untuk membuka komunikasi dengan partai lain menjelang Pemilu 2024. Prayogi/Republika
Foto: Prayogi/Republika.
Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memberikan keterangan usai pertemuan di Kantor DPP Nasdem, Jakarta, Senin (22/8/2022). Pertemuan tersebut dalam rangka silahturahmi sekaligus safari politik yang merupakan salah satu dari amanat Rakernas PDIP dengan menugaskan Puan Maharani untuk membuka komunikasi dengan partai lain menjelang Pemilu 2024. Prayogi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Peneliti lembaga survei Indokator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, mengatakan, bukan tidak mungkin dalam safar politik Puan Maharani ke Partai Nsdem, Senin (22/8/2022), PDIP menyodorkan nama Puan untuk dipasangkan dengan calon presiden/wakil presiden dari Nasdem.

“Bisa saja PDIP sodorkan nama Puan Maharani sebagai kandidat pasangan untuk dipertimbangkan oleh Partai NasDem,” kata Bawono, Rabu (24/8/2022).

Kehangatan, menurut Bawono, terjadi dalam pertemuan itu. Seperti momen pelukan Paloh dan Puan serta ungkapan Puan bahwa ini pertemuan ibarat antara om dan keponakan, melemparkan pesan politik bahwa PDIP cukup cemas apabila tidak bisa berada dalam satu koalisi dengan Partai NasDem dalam pemilu mendatang.

Baca juga : Pertemuan Puan dan Surya Paloh, Megawati: Gayanya Itu Loh Udah Langsung Beda

 

Ditambahkan Bawono, safari politik PDIP yang mengunjungi Partai NasDem itu menunjukkan kalau PDIP tetap ingin menjalin koalisi dengan partai lain. Sekalipun sebenarnya mereka bisa mengajukan pasangan calon tanpa harus koalisi.

Langkah koalisi, menurut Bawono tepat. Hal ini karena akan sangat beresiko secara politik apabila mengusung pasangan calon tanpa koalisi di pemilihan presiden. PDIP akan dipandang arogan oleh partai-partai lain serta potensial menjadi musuh bersama. "Itu sangat disadari oleh PDI Perjuangan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement