Selasa 23 Aug 2022 20:29 WIB

Pemkot Mataram tingkatkan sosialisasi jalur evakuasi bencana

Pemkot Mataram akan meningkatkan sosialisasi jalur evakuasi bencana.

Jalur evakuasi tsunami. Ilustrasi. Pemkot Mataram akan meningkatkan sosialisasi jalur evakuasi bencana.
Foto: ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA
Jalur evakuasi tsunami. Ilustrasi. Pemkot Mataram akan meningkatkan sosialisasi jalur evakuasi bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, meningkatkan sosialisasi terhadap jalur evakuasi bencana menuju titik kumpul di masing-masing kawasan sebagai upaya pengurangan risiko, terutama terhadap dampak gempa bumi.

"Jalur-jalur evakuasi bencana baik di lingkungan, sekolah, pusat perkantoran, dan fasilitas publik lainnya sudah punya jalur evakuasi yang harus diketahui penghuni setempat menuju titik kumpul ketika ada bencana," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Selasa (23/8/2022).

Sosialisasi mitigasi bencana dilakukan melalui aparat kelurahan dan lingkungan agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan dan sadar bencana, serta tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang dapat merugikan baik diri sendiri maupun orang banyak.

Pernyataan itu disampaikan menyikapi terjadinya gempa bumi dengan magnitudo 5,8 berpusat di selatan Pulau Bali pada Senin (22/8), pukul 15.36.33 WIB. Gempa yang berpusat di selatan Pulau Bali itu, kata dia, terasa sampai Kota Mataram sehingga saat itu warga sempat berhamburan keluar rumah, namun hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan material yang menimpa warga Kota Mataram.

Setelah gempa terjadi, masyarakat kembali ke rumah masing-masing dan melakukan aktivitas mereka. Begitu juga dengan kondisi di fasilitas-fasilitas layanan publik, setelah gempa mereda.

Ia menyatakan tidak ada gempa susulan sehingga warga kembali beraktivitas seperti biasa. "Kita bersyukur, Mataram aman tidak ada yang terdampak seperti di Kabupaten Lombok Tengah terdapat satu rumah warga roboh akibat gempa tersebut," katanya.

Kendati demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman bencana yang bisa datang kapan dan di mana saja. Selain itu, warga juga diimbau jangan panik dan mudah terprovokasi dengan isu-isu dari sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Silakan akses informasi melalui media-media resmi termasuk media yang kita siapkan. Prinsipnya ketika ada bencana jangan panik, ikuti petunjuk jalur evakuasi menuju titik kumpul," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement