Jumat 19 Aug 2022 23:13 WIB

Bengkulu Kembali Ajukan Penambahan Vaksin untuk Tenaga Kesehatan

Vaksinasi dosis keempat bagi nakes Bengkulu terhambat vaksin stok terbatas.

Vaksin Moderna. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah kembali mengajukan penambahan sebanyak 10 ribu dosis vaksin Covid-19 jenis Moderna untuk tenaga kesehatan.
Foto: AP Photo/Charles Krupa
Vaksin Moderna. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah kembali mengajukan penambahan sebanyak 10 ribu dosis vaksin Covid-19 jenis Moderna untuk tenaga kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, KOTA BENGKULU -- Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah kembali mengajukan penambahan sebanyak 10 ribu dosis vaksin Covid-19 jenis Moderna untuk tenaga kesehatan.

"Kami kembali mengajukan penambahan vaksin ke Kementerian Kesehatan RI sesuai dengan kebutuhan dari daerah," kata Rohidin di Balai Semarak Kota Bengkulu, Jumat (19/8/2022).

Baca Juga

Oleh karena itu, dalam waktu dekat ia akan berkomunikasi dengan pihak Kementerian Kesehatan terkait permasalahan pendistribusian vaksin tersebut. Ia mengatakan bahwa 10 ribu dosis vaksin Covid-19 jenis moderna tersebut akan digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi dosis keempat untuk tenaga kesehatan di wilayah Provinsi Bengkulu.

"Saya akan berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan mengenai permasalahan pendistribusian tersebut agar dapat menemui titik terang sehingga target vaksinasi dosis keempat akhir Agustus dapat tercapai," ujarnya.

 

Diketahui, pelaksanaan vaksinasi dosis keempat untuk tenaga kesehatan di Provinsi Bengkulu terhambat akibat ketersediaan vaksin jenis Moderna di Provinsi Bengkulu terbatas.

Padahal Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu telah beberapa kali mengajukan penambahan, namun hingga saat ini belum terealisasikan dari pemerintah pusat. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu dari 15 ribu tenaga kesehatan di Provinsi Bengkulu yang menjadi sasaran vaksinasi dosis keempat, hanya sekitar 2 persen atau 300 tenaga kesehatan yang telah divaksinasi.

 

sumber : ANTARA
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement