Jumat 12 Aug 2022 17:06 WIB

Sebanyak 300 Sekolah Dasar di Tasikmalaya Butuh Perbaikan

Tahun ini, sudah berjalan pembangunan di 19 sekolah.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andi Nur Aminah
Sejumlah siswa bermain di depan bangunan ruang kelasnya yang rusak (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto/foc.
Sejumlah siswa bermain di depan bangunan ruang kelasnya yang rusak (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Sebuah ruangan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Denuh, Desa Cikuya, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, dilaporkan ambruk pada Kamis (11/8/2022) akibat cuaca ekstrem. Rusaknya ruangan itu menambah daftar kondisi sekolah dasar (SD) yang harus diperbaiki di daerah tersebut.

Kepala Bidang SD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Dindin Saepudin, mengatakan, saat ini terdapat 300 SD yang perlu diperbaiki. Namun, jumlah sekolah yang diperbaiki setiap tahunnya terbatas. "Untuk tahun ini, sudah berjalan pembangunan di 19 sekolah. Namun untuk rehabilitasi hanya tiga sekolah," kata dia saat dikonfirmasi Republika.co.id, Jumat (12/8/2022).

Baca Juga

Perbaikan itu dilakukan sesuai usulan yang dimasukkan melalui aplikasi data pokok pendidikan (dapodik). Sementara anggaran perbaikan langsung oleh pemerintah pusat.

Dindin mengatakan, perbaikan yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten Tasikmalaya tahun ini hanya untuk pembangunan tiga ruang kelas baru dan rehabilitasi satu ruang kelas. Menurut dia, perbaikan menggunakan APBD minim lantaran PAD di Kabupaten Tasikmalaya sedikit. "Usulan perbaikan hampir 300 sekolah dasar itu kami memang mengandalkan pusat," kata dia.

 

Ihwal sekolah rusak di Kecamatan Culamega, menurut Dindin, pihak sekolah telah mengusulkan perbaikan melalui dapodik. Ia berharap, perbaikan dapat dilaksanakan pada 2023. "Mudah-mudahan itu bisa masuk untuk diperbaiki pada 2023," kata dia.

Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, Dindin juga mengimbau pihak sekolah untuk senantiasa melakukan pemeliharaan. Apabila terdapat bagian yang rusak, sekolah diminta segera melakukan perbaikan secara mandiri menggunakan dana BOS. "Pemeliharaan kan bisa dari dana bos. Jadi kalau ada rusak sedikit, langsung perbaiki," ujar dia.

Namun, ketika kondisi ruang kelas sudah tidak layak, ia meminta sekolah melakukan pengaturan agar siswa tetap bisa belajar dengan aman. Ia menyontohkan, ketika terjadi hujan, siswa yang biasa belajar di ruang kelas yang sudah mengkhawatirkan lebih baik dipindahkan ke ruang kelas lain untuk mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan. 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement