Selasa 02 Aug 2022 21:20 WIB

Bandara Tjilik Riwut Usul Penerbangan Tambahan untuk Kejuaraan Dunia Sepeda

Saat ini jumlah penerbangan per hari melalui Bandara Tjilik Riwut sekitar 12 kali.

Calon penumpang pesawat berjalan di area Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Makna Zaezar
Calon penumpang pesawat berjalan di area Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA -- PT Angkasa Pura II Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengusulkan penerbangan tambahan atau ekstra flight untuk menghadapi agenda internasional kejuaraan dunia sepeda yakni UCI MTB Eliminator World Cup 2022."Untuk dukungan ini, pastikan tinggi animonya, apalagi tercatat mereka dari berbagai negara akan datang dan kami telah berkoordinasi dengan Ditjen Perhubungan Udara terkait ini," kata Executive General Manager (EGM) AP II Bandara Tjilik Riwut Agoes Soepriyanto di Palangka Raya, Selasa (2/8/2022).

Ia mengatakan pihak Ditjen maupun maskapai sudah memberikan dukungan dan sedangmelihat perkembangan lebih lanjut menjelang pelaksanaan kejuaraan ini pada 28 Agustus 2022.Ia pun meyakini usulan penambahan layananpenerbangan ini sangat relevan mengingat pergerakan penumpang akan tinggi menghadapi agenda internasional tersebut.

Baca Juga

"Saya yakin ini akan tinggi, karena sekarang saja di waktu normal tiket seringkali habis, apalagi saat agenda tersebut berlangsung nantinya," jelasnya.

Untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas penumpang nantinya, Agoesmemperkirakanperlu sekitar dua hingga tiga penerbangan tambahan, utamanya dengan rute Jakarta dan Surabaya. Adapun saat ini rata-rata penumpang di Bandara Tjilik Riwut per harinya berkisar antara 1.600-1.800 orang dan terkadang bisa mencapai hingga 2.000 orang. 

Sedangkan jumlah penerbangan per harinya sekitar 12 kali, dengan rute Jakarta, Surabaya, dan kota-kota lainnya."Keterisian pesawat per hari rata-rata mencapai 85 persen, dan pada saat tertentu tiket habis total," katanya.

Lebih lanjut Agoes menyampaikan, hingga saat ini koordinasi secara intens terus dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mematangkan berbagai persiapan yang diperlukan."Kami juga mengapresiasi langkah Gubernur Kalteng Sugianto Sabran yang mampu memboyong agenda internasional seperti ini ke sini," ucapnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement