Rabu 27 Jul 2022 00:20 WIB

PLN Optimalisasi PLTS Kodingareng dan Tanakeke di Sulsel

Revitalisasi PLTS diharapkan membuat listrik tersalurkan 24 jam di kedua pulau.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Pulau Kodingareng Keke. PT PLN (Persero) kembali menunjukan komitmennya terhadap pengembangan energi hijau melalui optimalisasi Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) di Pulau Kodingareng dan Pulau Tanakeke, Provinsi Sulawesi Selatan.
Foto: Istimewa
Pulau Kodingareng Keke. PT PLN (Persero) kembali menunjukan komitmennya terhadap pengembangan energi hijau melalui optimalisasi Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) di Pulau Kodingareng dan Pulau Tanakeke, Provinsi Sulawesi Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- PT PLN (Persero) kembali menunjukan komitmennya terhadap pengembangan energi hijau melalui optimalisasi Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) di Pulau Kodingareng dan Pulau Tanakeke, Provinsi Sulawesi Selatan.

Masing-masing kapasitasnya yakni PLTS Kodingareng dengan kapasitas 260 Kilo Watt Peak (kWp) serta PLTS Tanakeke yang berkapasitas 260 kWp yang melistriki total 1.606 pelanggan pada dua pulau tersebut. "Dengan revitalisasi PLTS Kodingareng dan PLTS Tanakekke, kami optimitis listrik dapat tersalurkan 24 jam dan perekonomian masyarakat yang mayoritas sebagai nelayan dapat meningkat," ujar General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat Awaluddin Hafid di Makassar, Selasa (26/7/2022).

Baca Juga

Optimalisasi tersebut terealisasi dengan kolaborasi antara PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB) dengan PLN melalui revitalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) agar dapat beroperasi secara optimal.

Awaluddin menambahkan, program didieselisasi tersebut dapat menghemat biaya operasi sebesar Rp2,2 miliar atau setara dengan 132.000 liter bahan bakar minyak (BBM) per tahun. Program didieselisasi ini merupakan wujud nyata dari PLN untuk mencapai Carbon Neutral pada 2060 dengan mengoptimalkan energi domestik dan untuk menjaga ketahanan energi tanah air.

 

"Kami berterima kasih kepada stakeholders, PT PJB, dan dukungan masyarakat sekitar karena berkat sinergi tersebut, kini masyarakat dapat menikmati listrik yang lebih baik, yang tadinya 12 jam menjadi 24 jam. Utamanya adalah energinya bersih," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan dan Niaga PT PJB Iwan Purwana menyampaikan kompetensi PT PJB dalam bidang EBT sudah tidak diragukan lagi. Kompetensi ini juga sebagai dukungan PT PJB agar kemandirian energi di daerah- daerah di Indonesia dapat terlaksana.

"PT PJB akan selalu berupaya untuk dapat mendorong program pemerintah dalam kemandirian energi. Salah satunya melalui sinergi dengan PLN dalam revitalisasi PLTS milik PLN di daerah 3T," ungkap Iwan Purwana.

Tercatat, kedua PLTS yang telah beroperasi sejak tahun 2013 tersebut hanya mampu menghasilkan 30.663 kWh per tahun akibat penurunan performa. Setelah dilakukan revitalisasi, diproyeksi kedua PLTS tersebut akan menghasilkan energi hijau sebesar 405.000 kWh per tahun secara optimal.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement