Selasa 19 Jul 2022 22:18 WIB

Pemkab Bogor Jabar Optimistis KEK Lido Bangkitkan Ekonomi Daerah

Pemkab meminta disediakan khusus klaster West Java Land.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Suasana proyek pembangunan lahan milik MNC Group di Lido, Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (4/3/2021). Pemerintah Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, menyatakan rasa optimistis bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata MNC Lido City dapat membangkitkan perekonomian daerah. Apalagi dengan didukung total nilai investasi yang mencapai Rp 32 triliun.
Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO
Suasana proyek pembangunan lahan milik MNC Group di Lido, Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (4/3/2021). Pemerintah Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, menyatakan rasa optimistis bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata MNC Lido City dapat membangkitkan perekonomian daerah. Apalagi dengan didukung total nilai investasi yang mencapai Rp 32 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUPATEN BOGOR -- Pemerintah Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, menyatakan rasa optimistis bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata MNC Lido City dapat membangkitkan perekonomian daerah. Apalagi dengan didukung total nilai investasi yang mencapai Rp 32 triliun.

"Intinya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sesuai dengan ketentuan yang ada siap mendukung terwujudnya KEK ini, bahkan kami berharap lebih cepat lebih bagus," ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin di Cibinong, Bogor, Selasa (19/7/2022).

Baca Juga

Sebab, ujar Burhanudin, KEK Lido memiliki luas lahan 1.040 hektare yang terletak dalam wilayah Kecamatan Cigombong dan Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Burhan menyebutkan, nantinya di KEK Lido ini terdapat beberapa klaster objek wisata, mulai dari klaster Amerika, Abu Dhabi, dan lain-lain. Ia juga meminta disediakan khusus klaster West Java Land.

"Sehingga UMKM Jawa Barat, kesenian Jawa Barat, suvenir Jawa Barat juga bisa mendunia. Harapan ini kami sampaikan, agar KEK ini tidak hanya menghadirkan kluster luar negeri, tapi lokalnya juga bisa terangkat," kata Burhan.

Ia menyebutkan, dalam mewujudkan KEK Lido perlu ada sinergi yang baik antar instansi. Karena, di dalamnya ada Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan Transit Oriented Development (TOD).

Sebelumnya, Deputi VI Kemenko Perekonomian Bidang Wilayah dan Tata Ruang, Wahyu Utama menyebutkan, telah disepakati hingga 20 tahun ke depan, proyek KEK Lido yang digarap PT MNC Land Tbk (KPIG) akan menyerap rencana investasi hingga Rp 32 triliun dan akan menyerap tenaga kerja langsung sekitar 29 ribu orang. Pelaksanaan investasi akan dibagi dalam tiga tahap, yaitu tahap pertama akan dilaksanakan pada 2020-2026 senilai Rp 14,2 triliun, tahap kedua untuk 2027-2034 senilai Rp 5,8 triliun, serta tahap ketiga sekitar Rp 12 triliun yang akan dilaksanakan dari 2035-2040.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement