Selasa 19 Jul 2022 15:40 WIB

Pemkab Bangka Kembangkan Bekas Tambang Jadi Lahan Pertanian

Tercatat ada 151.187 hektare lahan potensi kritis di Bangka.

Lahan kritis (ilustrasi)
Lahan kritis (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SUNGAILIAT -- Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengembangkan lahan bekas tambang biji timah untuk kegiatan perluasan lahan pertanian, perikanan dan peternakan. Langkah ini guna mendukung ketahanan pangan lokal.

Bupati Bangka, Mulkan, di Sungailiat, Selasa (19/7/2022) mengatakan pengembangan lahan bekas tambang biji timah yang ada hampir di semua wilayah kecamatan guna mendukung sektor pertanian, budi daya perikanan serta peternakan. Berdasarkan data kekritisan lahan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Lindung Batu Rusa tercatat lahan potensi kritis mencapai 151.187 hektare dan lahan kritis seluas 4.832 hektare. Lahan tersebut mencakup bekas tambang.

Baca Juga

"Ribuan hektare lahan kritis tersebut dapat dikelola dan kembangkan sebagai upaya inovasi yang efektif, seperti di peruntukan area tanaman palawija, sayur-sayuran, buah-buahan dan jenis tanaman produktif yang lain," katanya menjelaskan.

Bupati mengemukakan, pemanfaatan lahan bekas tambang biji timah sudah dilakukan beberapa tahun lalu dengan membuat area persawahan di lingkungan Matras dengan hasil panen padi mencapai 4,8 ton per hektare. "Volume panen padi tersebut tentu cukup memuaskan untuk tanaman padi di area lahan kritis yang selama ini tidak dimanfaatkan," kata Mulkan.

Dia mengatakan upaya pemerintah daerah bersama masyarakat memaksimalkan pemanfaatan lahan bekas tambang biji timah sebagai langkah pemenuhan kebutuhan pangan dan stabilitas ketahanan pangan. "Upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terus kami gerakkan karena diketahui pasokan pangan masyarakat di Kabupaten Bangka lebih dari 60 persen masih mendatangkan pasokan dari daerah luar pulau Bangka," ujarnya.

Menurut dia, ketersediaan pangan yang tidak sebanding dengan kebutuhan pangan akan menciptakan ketidakstabilan ekonomi sosial masyarakat dan dapat mengganggu stabilitas nasional. "Meningkatkan ketahanan pangan sangat penting dilakukan karena populasi penduduk semakin bertambah," kata Mulkan.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement