Ahad 17 Jul 2022 06:39 WIB

Bank Nagari Siap Biayai Pembangunan Irigasi di Pesisir Selatan

Kesiapan tersebut sejalan dengan semangat dan ruh pendirian Bank Nagari.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Seorang warga membersihkan sampah di saluran irigasi (ilustrasi). Bank Nagari menyatakan kesiapannya membiayai percepatan pembangunan infrastruktur dasar pertanian seperti irigasi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat.
Foto: ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Seorang warga membersihkan sampah di saluran irigasi (ilustrasi). Bank Nagari menyatakan kesiapannya membiayai percepatan pembangunan infrastruktur dasar pertanian seperti irigasi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, PAINAN -- Bank Nagari menyatakan kesiapannya membiayai percepatan pembangunan infrastruktur dasar pertanian seperti irigasi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat.

Pimpinan Cabang Bank Nagari Painan, Helfi Yandrika, menyampaikan, kesiapan tersebut sejalan dengan semangat dan ruh pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor perbankan itu sebagai bank pembangunan daerah. "Bahkan kami sebelumnya juga pernah melakukan pembiayaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu," ungkap Helfi.

Baca Juga

Pesisir Selatan memiliki potensi pertanian melimpah, khususnya subsektor tanaman pangan. Bahkan penyumbang terbesar terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) setiap tahunnya.

Helfi melanjutkan dengan ketersediaan irigasi berkondisi baik yang tinggi otomatis dapat meningkatkan produktivitas lahan, karena irigasi merupakan urat nadi pertanian tanaman pangan. Apalagi Bank Nagari menilai selama dua tahun terakhir pemerintah kabupaten mampu mengelola neraca keuangan dengan baik yang tergambar dari kian menurunnya rasio utang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pesisir Selatan juga memiliki kekuatan fiskal dengan kategori sedang, sehingga daerah memungkinkan mengakses pembiayaan untuk percepatan pembangunan dari pihak ketiga, baik bank maupun nonbank. "Jika hanya mengandalkan APBD, mungkin sulit bagi daerah untuk melakukan upaya percepatan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya bidang pertanian," ujar Helfi.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian Madrianto mengatakan pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sedang menginventarisir kondisi jaringan irigasi yang menjadi kewenangan daerah. Selain itu pemerintah kabupaten juga menjalin kerja sama dengan Universitas Andalas (Unand) melakukan pemetaan satelit terkait titik koordinat jaringan irigasi yang rusak.

Berdasarkan estimasi sementara kebutuhan pembiayaan pembangunan irigasi dipatok sebesar Rp 30 miliar. Sebagian besar dari kerusakan saat ini terjadi pada jaringan sekunder dan tersier. "Dengan demikian kita bisa melakukan perbaikan secara bertahap dan sesuai potensi yang ada," kata dia.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang irigasi berkondisi baik di Pesisir Selatan saat ini tercatat sebesar 57 persen. Sedangkan sisanya berkondisi rusak sedang dan rusak ringan.

Sementara pemerintah kabupaten dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 menargetkan ketersediaan irigasi berkondisi baik pada akhir tahun RPJMD mencapai 66,7 persen. Karena itu dirinya mengaku menyambut baik kesiapan dari Bank Nagari terkait pembiayaan percepatan pembangunan jaringan irigasi di daerah yang berjuluk 'Negeri Sejuta Pesona' itu.

"Pada dasarnya kami sangat berterimakasih atas kesiapan tersebut. Tak bisa dipungkiri, daerah memiliki keterbatasan anggaran," ujar Mandianto.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement