Jumat 15 Jul 2022 23:01 WIB

Penduduk Miskin di Lampung Tersisa Sejuta Orang

Jumlah orang miskin di Lampung alami penurunan

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Nashih Nashrullah
Kemiskinan, ilustrasi. Jumlah orang miskin di Lampung alami penurunan
Foto: Republika
Kemiskinan, ilustrasi. Jumlah orang miskin di Lampung alami penurunan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Jumlah penduduk miskin dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan di Provinsi Lampung tersisa satu juta orang lagi pada Maret 2022.

Jumlah tersebut menurun 11,57 persen dari 1,01 juta penduduk miskin pada September 2021. 

Baca Juga

“Penurunan angka kemiskinan Lampung lebih rendah dari penurunan angka nasional. Jadi, angka nasional kondisi September 2021 sebesar 9,72 persen, kondisi Maret 2022 menjadi 9,54 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Endang Retno Sri Subiyandani, dalam keterangan persnya di Bandar Lampung, Jumat (15/7/2022). 

Dia mengatakan, secara umum pada periode Maret 2015-Maret 2022, tingkat kemiskinan di Provinsi Lampung mengalami penurunan baik dari sisi jumlah maupun persentase. Hal ini menunjukkan telah terjadi peningkatan taraf kesejahteraan di masyarakat. 

Namun, kata dia, dalam rentang waktu tersebut juga tercatat terjadi beberapa kali kenaikan angka kemiskinan dibanding periode sebelumnya, seperti terjadi pada Maret 2016, Maret 2018, Maret 2020, dan September 2020. 

Menurut dia, kenaikan angka kemiskinan di Lampung pada September 2020 terjadi bersamaan dengan melemahnya perekonomian akibat dampak pandemi Covid-19.

Dia mengatakan, penduduk miskin di Lampung pada Maret 2022 mencapai satu juta orang, menurun 4,61 ribu orang pada September 2021. Bila dibandingkan dengan Maret 2021, jumlah penduduk miskin mengalami penurunan 81,52 ribu orang. 

Berdasarkan tempat tinggal, BPS mencatat pada periode September 2021–Maret 2022, jumlah penduduk miskin di perkotaan turun s1,70 ribu orang, sedangkan di perdesaan turun 2,91 ribu orang. 

Persentase kemiskinan di perkotaan menurun dari 8,50 persen menjadi 8,31 persen. Sementara di perdesaan menurun dari 13,18 persen menjadi 13,14 persen.       

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement