Rabu 06 Jul 2022 17:46 WIB

Belasan Anggota Khilafatul Muslimin Cianjur Berikrar Setia NKRI

Para anggota yang berikrar juga bertekad menangkal teorisme.

Sejumlah anggota Khilafatul Muslimin saat mendekrlarasikan diri mengakui NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) di Bekasi, Jawa Barat, Senin (20/6/2022). Pada deklarasi tersebut anggota Khilafatul Muslimin bertekad mengelola pesantren yang menolak radikalisme serta mengakui kedaulatan NKRI berlandaskan UUD 1945 dan ideologi Pancasila.
Foto: ANTARA/Fakhri Hermansyah
Sejumlah anggota Khilafatul Muslimin saat mendekrlarasikan diri mengakui NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) di Bekasi, Jawa Barat, Senin (20/6/2022). Pada deklarasi tersebut anggota Khilafatul Muslimin bertekad mengelola pesantren yang menolak radikalisme serta mengakui kedaulatan NKRI berlandaskan UUD 1945 dan ideologi Pancasila.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Belasan anggota Khilafatul Muslimin Cianjur, Jawa Barat, berikrar tetap setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka juga siap membantu menangkal radikalisme.

Pimpinan Khilafatul Muslimin Cianjur Ustadz Afud Mahfudin di Cianjur, Rabu, mengatakan dia dan 15 orang anggotanya menyatakan diri setia pada NKRI berdasarkan Pancasila, UUD 45, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai falsafah negara."Kami bertekad menjunjung tinggi kebinekaan dan toleransi beragama, serta mencegah setiap hal yang bertentangan dengan Pancasila. Kami minta juga anggota mematuhi dan ikut serta menangkal radikalisme yang dapat mengganggu keamanan negara," katanya dalam ikrar setia NKRI yang disaksikan pejabat forkopimda setempat.

Baca Juga

Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan mengatakan ada 15 anggota Khilafatul Muslimin yang terdiri atas pengurus dan anggota keluarganya menyatakan diri tetap taat dan patuh pada NKRI juga siap menjunjung tinggi toleransi serta membantu Polri dalam menekan radikalisme di Cianjur.

"Mereka mendeklarasikan diri sesuai dengan hati nurani mereka tanpa ada unsur paksaan. Belasan anggota Khilafatul Muslimin di Cianjur, sebagian besar, hanya melakukan kegiatan pengajian dari rumah ke rumah," katanya.

 

Pihaknya berharap deklarasi tersebut menjadi momentum untuk mengajak anggota lainnya yang masih memiliki pemahaman ada ideologi selain Pancasila. "Kami juga meminta anggota Khilafatul Muslimin Cianjur ikut serta menangkal radikalisme yang dapat merusak ideologi Pancasila," katanya.

Sekretaris MUI Cianjur Saeful Ulum mengatakan selama ini pihaknya memberikan pendampingan dan pembinaan terhadap aliran yang diduga menyimpang dan dapat merusak ideologi Pancasila serta syariat agama Islam agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement