Selasa 28 Jun 2022 20:24 WIB

BEI NTT Gandeng Pemprov Gelar Sekolah Pasar Modal Bagi Pegawai

Edukasi menyasar para pejabat agar terjadi transfer pengetahuan.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Bursa Efek Indonesia. Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggandeng pemerintah provinsi setempat menggelar kegiatan Sekolah Pasar Modal untuk membangun pemahaman terkait investasi keuangan bagi para pegawai di lingkup pemerintah provinsi.
Foto: REPUBLIKA
Bursa Efek Indonesia. Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggandeng pemerintah provinsi setempat menggelar kegiatan Sekolah Pasar Modal untuk membangun pemahaman terkait investasi keuangan bagi para pegawai di lingkup pemerintah provinsi.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggandeng pemerintah provinsi setempat menggelar kegiatan Sekolah Pasar Modal untuk membangun pemahaman terkait investasi keuangan bagi para pegawai di lingkup pemerintah provinsi.

"Melalui inisiasi kegiatan Sekolah Pasar Modal ini kami ingin mengedukasi seperti apa investasi pasar modal, bagaimana para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melantai di bursa dengan akses keuangan dan sebagainya," kata Kepala Kantor Perwakilan BEI NTT Adevi Sobath Sofani kepada wartawan dalam kegiatan tersebut di Kupang, Selasa (28/6/2022).

Baca Juga

Kegiatan itu diikuti puluhan peserta yang terdiri dari pejabat struktur dan fungsional dari organisasi perangkat daerah di lingkup Pemerintah Provinsi NTT. Adevi mengatakan edukasi menyasar para pejabat agar terjadi transfer pengetahuan satu arah yang selanjutnya dapat diteruskan kepada rekan kerja maupun masyarakat secara luas.

"Masyarakat di NTT juga tentunya dapat berinvestasi di pasar modal dengan cara yang mudah dan terjangkau," katanya.

Ia mengatakan kegiatan edukasi keuangan ini penting dijalankan karena berdasarkan data hasil Survei Nasional Literasi Industri Keuangan (SNLIK), tingkat literasi keuangan di NTT sebesar 27,8 persen atau di bawah nasional sebesar 38,03 persenSementara tingkat inklusi keuangan sebesar 66,63 persen sedangkan nasional 76,19 persen.

"Karena itu kami melakukan edukasi untuk dengan tujuan nantinya bisa terbangun pemahaman yang utuh tentang investasi keuangan sehingga tingkat literasi di NTT bisa membaik," katanya.

Adevi mengatakan kegiatan seperti ini akan digelar secara berkelanjutan dan rencananya akan kembali digelar pada Juli 2022 menyasar pengusaha atau UMKM di NTT. Selain itu bagi masyarakat yang ingin mengikuti kelas edukasi secara reguler bisa di setiap hari Jumat dan Sabtu yang bisa diakses melalui media sosial instagram BEI NTT.

"Prinsipnya kami ingin agar semua lapisan masyarakat di NTT bisa cerdas berinvestasi di pasar modal sehingga edukasi ini tetap dijalankan ke depan," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement