Senin 20 Jun 2022 08:03 WIB

Pemkab Pamekasan Bangun Kawasan Industri Hasil Tembakau

Menanam dan mengolah tembakau di Madura sudah menjadi warisan budaya

Rep: dadang kurnia/ Red: Hiru Muhammad
Petani menyiram tanaman tembakau di Desa Dasok, Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (12/6/2021). Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pamekasan, menyebutkan rencana serapan tembakau Madura oleh sejumlah pabrikan pada musim tanam tembakau 2021 ini berkisar 17.200 ton atau naik dibanding tahun 2020 sebanyak 13.425 ton.
Foto: Antara/Saiful Bahri
Petani menyiram tanaman tembakau di Desa Dasok, Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (12/6/2021). Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pamekasan, menyebutkan rencana serapan tembakau Madura oleh sejumlah pabrikan pada musim tanam tembakau 2021 ini berkisar 17.200 ton atau naik dibanding tahun 2020 sebanyak 13.425 ton.

REPUBLIKA.CO.ID, PAMEKASAN--Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengaku terus berupaya mendukung pengembangan produk pertanian tembakau di wilayah setempat. Salah satunya melalui pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) yang ditargetkan bisa rampung di akhir 2021. Baddrut Tamam mengungkapkan, saat ini sudah ada tujuh asosiasi pengusaha rokok lintingan yang menyatakan minatnya bergabung di KIHT tersebut.

"KiHT itu sekarang sudah berjalan pembangunannya. Target kita awal tahun depan itu sudah bisa bermitra dengan seluruh kita. Jadi nanti bisa tembakau itu jadi perfum, bisa jadi rokok, yang standarnya terjamin," ujarnya saat menghadiri tanam raya tembakau di Dusun Tengah, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Ahad (19/6).

Baca Juga

Baddrut menjelaskan, pengembangan ekosistem pertembakauan memang perlu terus dilakukan di Pamekasan. Ia menjelaskan, di Pamekasan dan umumnya Pulau Madura, tembakau bukan sekedar urusan pertanian. Ia menyatakan, menanam dan mengolah tembakau di Madura sudah bisa disebut sebagai budaya yang diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang mereka.

Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Suseno memyambut baik pembangunan KIHT di Pamekasan tersebut. Ia menjelaskan, di beberapa daerah, pembangunan KIHT itu memang memungkinkan. Utamanya di daerah-daerah yang terdapat petani temabakau, industri pengolahan tembakau, dan tenaga kerja yang trampil.

 

"Di beberapa tempat kawasan industri hasil tembakau memang memungkinkan. Ada bahan baku, ada industri, ada tenaga kerja yang trampil di satu kawasan. Tapi itu gak bisa disamaratakan seperti di Pamekasan. Selain Pamekasan, ada Kudus dan Bondowoso yang memungkinkan dibangun KIHT," ujarnya.

Suseno menjelaskan, kontribusi tembakau asal Pamekasan terhadap produksi tembakau nasional mencapai 36 persen. Suseno melanjutkan, jika dirinci lagi, 60 persen produksi tembakau nasional itu disumbang tembakau asal Jawa Timur. Kemudian dari total produksi tembakau Jawa Timur, 60 persennya berasal dari Pamekasan. Ia pun menegaskan begitu besarnya kontribusi Kabupaten Pamekasan terhadap produksi tembakau nasional."Oleh karena itu suplai tembakau dari Pamekasan kalau goncang, itu nasional bisa goncang," ujarnya.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement