Selasa 14 Jun 2022 15:53 WIB

Tasikmalaya Menanti Vaksin PMK untuk Hewan Ternak

Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu daerah penyebaran wabah PMK di Jabar.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Nur Aini
Sejumlah pedagang menunggui sapi dagangannya di Pasar Hewan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (11/5/2022). Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan menutup seluruh pasar hewan se-Kabupaten Tasikmalaya per 13 Mei 2022 untuk memutus penyebaran PMK pada ternak sapi.
Foto: Republika/Bayu Adji
Sejumlah pedagang menunggui sapi dagangannya di Pasar Hewan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (11/5/2022). Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan menutup seluruh pasar hewan se-Kabupaten Tasikmalaya per 13 Mei 2022 untuk memutus penyebaran PMK pada ternak sapi.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Kementerian Pertanian (Kementan) mulai melaksanakan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada Selasa (14/6/2022). Sementara untuk pelaksanaan vaksinasi di sejumlah daerah di Jawa Barat (Jabar) belum ada kepastian. Padahal, wabah PMK juga sudah banyak menyebar di Jabar.

"Kami sangat menunggu itu," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya, Heri Kusdiana, saat dikonfirmasi Republika.co.id, Selasa (14/6/2022).

Baca Juga

Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu daerah penyebaran wabah PMK di Jabar. Berdasarkan data per 14 Juni 2022, 214 ekor hewan ternak yang terindikasi terinfeksi PMK, di mana 31 ekor di antaranya positif PMK. Dari total kasus itu, sebanyak 21 ekor dipotong paksa, 78 ekor sembuh, dan sisanya masih dalam proses penyembuhan.

Menurut Heri, kasus PMK di daerahnya masih terus mengalami penambahan. Namun, hingga saat ini belum ada informasi kapan vaksin PMK sampai di Tasikmalaya.

"Kami baru dapat informasi kalau vaksin sudah siap, tapi pendistribusian ke kabupaten/kota belum dilakukan, terutama di Jabar," kata dia.

Sejauh ini, upaya yang dapat dioptimalkan dalam menangani wabah PMK di Kabupaten Tasikmalaya hanya dengan melakukan pengobatan secara suportif. Sementara, terdapat kendala untuk pengobatan lantaran stok obat terbatas.

Heri mengatakan, untuk menambah stok obat itu diperlukan pengadaan. Dinasnya sudah mencoba mengusulkan pengadaan pimpinannya, tapi masih belum berhasil.

"Jadi kami masih mengandalkan anggaran di dinas. Sementara kekurangannya cukup banyak," kata dia.

Vaksin PMK untuk hewan ternak tak hanya dibutuhkan di Kabupaten Tasikmalaya, melainkan juga di Kota Tasikmalaya. Pasalnya, daerah itu juga terdampak wabah PMK.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya, Adang Mulyana, mengatakan, hingga saat ini belum ada kepastian terkait pelaksanaan vaksinasi PMK di daerahnya. Ia berharap, vaksin PMK dapat segera didistribusikan untuk mencegah penularan yang lebih luas.

"Informasinya, hari ini di tingkat pusat mulai disebarkan, tapi kami menunggu droping dari provinsi. Mudah-mudahan tidak terlalu lama," kata dia, Selasa.

Adang mengatakan, pihaknya telah melakukan survei kebutuhan vaksin yang diperlukan di Kota Tasikmalaya. Ia menyebut, setidaknya ada sekitar 3.500 ekor hewan ternak di Kota Tasikmalaya yang harus divaksin PMK.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement