Selasa 14 Jun 2022 11:57 WIB

Kapuskes TNI: 43 Pasien Covid Dirawat di Wisma Atlet

Sebagian besar pasien tersebut dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Andi Nur Aminah
Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI, Mayjen Budiman (kedua dari kiri) saat memberikan keterangn pers di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (14/6/2022).
Foto: Flori Sidebang/Republika
Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI, Mayjen Budiman (kedua dari kiri) saat memberikan keterangn pers di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (14/6/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI, Mayjen Budiman mengatakan, jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran mengalami kenaikan. Dia menyebut, saat ini ada 43 pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut. 

"Hari ini pasien 43 orang, sebagian besar dari PPLN (Pelaku Perjalanan Luar Negeri)," kata Budiman di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (14/6/2022).

Baca Juga

Budi mengungkapkan, para pasien itu memiliki gejala ringan. Berdasarkan data yang ada, sambungnya, 60 persen dari jumlah pasien tersebut merupakan kasus dari PPLN. "Sedangkan yang 40 persen yang lokal dan domestik yang dikirim dari luar puskesmas, kemudian juga dari beberapa rumah sakit lain, dan juga yang mandiri datang ke sini," ujarnya. 

Budiman menuturkan, hingga kini belum ditemukan adanya pasien yang terkonfirmasi subvarian baru Omicron, yakni BA4 dan BA5 dari total 43 orang tersebut. Sebab, jelas dia, hal ini memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. 

"Untuk pemeriksaan BA4 dan BA5 itu tentu saja sampai saat ini kita di sini tidak (bisa) memastikan, harus dikirim ke Balitbangkes. Tapi yang jelas yang terkonfirmasi positif covid kita rawat di sini. Nanti penelusuran lebih lanjut baru akan ketahuan setelah dikirim ke Balitbangkes," ungkapya. 

Disamping itu, Budiman menyampaikan, meski jumlah pasien yang dirawat mulai mengalami peningkatan dibandingkan beberapa pekan sebelumnya, tetapi kondisi ini masih terkendali. 

"Itu sudah kita perhitungkan, jadi pemerintah sudah menetapkan bahwa persiapan lonjakan kasus pasca libur panjang itu sudah disiapkan, makanya walaupun beberapa waktu ke belakang jumlah pasien yang dirawat di RSDC sangat sedikit, tapi kita tetap disediakan oleh pemerintah untuk berjaga-jaga," tutur dia. 

"Jadi dalam arti kata kesiapsiagaan RSDC tidak tergantung mutlak kepada jumlah pasien karena banyak yang kita kerjakan. Antara lain membantu vaksinasi," imbuhnya. 

Budiman menambahkan, terdapat sekitar 300 tenaga kesehatan dan relawan yang disiagakan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Selain itu, pihaknya juga menyiagakan tower 5 Wisma Atlet Kemayoran, jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus Covid-19. 

"Tower 4 dan 7 sementara dikosongkan. Sekarang tower lima juga disiagakan, tower enam kita pakai (karantina pasien)," jelas dia. 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement