Selasa 14 Jun 2022 03:09 WIB

Kericuhan di Lippo Plaza Yogyakarta, Delapan Orang Dibawa ke Rumah Sakit

Kericuhan diduga karena ada oknum yang memprovokasi pengunjung.

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Ilham Tirta
Polisi mengamankan kericuhan (ilustrasi).
Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat
Polisi mengamankan kericuhan (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Delapan orang dilaporkan menderita luka akibat kericuhan yang terjadi di Seven Sky Lippo Plaza, Kota Yogyakarta, Senin (13/6/2022), malam. Korban luka dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dalam kericuhan yang terjadi saat pertunjukan musik di mal tersebut.

"Info terakhir jumlah korban delapan orang luka ringan," kata Manajer Operasional Expo Productions, Hangga Bagaswara kepada Republika.co.id.

Baca Juga

Hangga yang juga bagian dari penyelenggara acara pertunjukan musik di Lippo Plaza tersebut menuturkan, seluruh korban luka merupakan pengunjung. Dari penyelenggara acara sendiri, katanya, tidak ada korban luka.

"Iya (korban dibawa ke rumah sakit) dan sudah mendapat peralatan yang layak," ujar Hangga.

Hangga menuturkan, kericuhan yang terjadi saat pertunjukan musik tersebut terjadi antara pengunjung. Kericuhan diduga karena adanya oknum yang memprovokasi pengunjung.

"Kericuhan antara pengunjung disebabkan oknum-oknum provokator. (Kericuhan) Bukan dengan penyelenggara (acara)," jelasnya.

Kepolisian menyebut pertunjukan musik reguler itu digelar pada pukul 19.30 WIB dengan mendatangkan bintang tamu Strada. Kasubag Humas Polresta Yogyakarta, AKP Timbul Sasana Raharjo mengatakan, kejadian berawal ketika penonton yang akan melihat pertunjukan tersebut terus berdatangan sekitar pukul 20.30 WIB.

Hal ini menyebabkan pihak manajemen atau pengelola memutuskan menutup voucher box. Penutupan untuk mengurangi pengunjung yang masuk dan antre di depan voucher box.

Saat itu, pihak manajemen juga menyampaikan penjualan tiket sudah ditutup. "Disampaikan bahwa penjualan sudah ditutup dan dihimbau untuk pulang," kata Timbul.

Hal ini menimbulkan reaksi dari pengunjung yang tetap ingin masuk menyaksikan pertunjukan tersebut. Ada beberapa pengunjung yang memaksa tetap dapat masuk ke area pertunjukan.

Kericuhan pun terjadi karena pengunjung yang tidak dapat masuk tetap memaksa agar dapat masuk ke area pertunjukan. "Di pintu masuk ada kurang lebih 20 orang tetap ingin memaksa masuk," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement