Kamis 09 Jun 2022 01:05 WIB

Pasar Hewan di Temanggung Ditutup pada 9-22 Juni 2022

Penutupan pasar hewan antisipasi agar PMK tidak berkembang.

Petugas memeriksa kesehatan seekor sapi saat pemeriksaan hewan ternak terkait wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Pasar Hewan Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (25/5/2022). Dinas Peternakan dan Perikanan setempat melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan yang diperjualbelikan di pasar hewan guna mengantisipasi dan memastikan tidak ada hewan yang terjangkit penyakit mulut dan kuku. Pasar Hewan di Temanggung Ditutup pada 9-22 Juni 2022
Foto: ANTARA FOTO
Petugas memeriksa kesehatan seekor sapi saat pemeriksaan hewan ternak terkait wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Pasar Hewan Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (25/5/2022). Dinas Peternakan dan Perikanan setempat melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan yang diperjualbelikan di pasar hewan guna mengantisipasi dan memastikan tidak ada hewan yang terjangkit penyakit mulut dan kuku. Pasar Hewan di Temanggung Ditutup pada 9-22 Juni 2022

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung, Jawa Tengah menutup sementara pasar hewan pada 9-22 Juni 2022. 

Bupati Temanggung M. Al Khadziq mengatakan mulai Kamis (9/6/2022) hingga Rabu (22/6/2022) atau selama 14 hari sejumlah pasar hewan di Temanggung ditutup sebagai upaya antisipasi agar kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tidak berkembang. Ia menyebutkan kasus PMK di Temanggung akhir-akhir ini terdeteksi dan mengalami perkembangan.

Baca Juga

Kalau kemarin ada 149 sapi yang terjangkit PMK, pada Rabu (8/6/2022) naik menjadi 155 kasus. "Angka kasus PMK masih tren kenaikan sehingga Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung mengambil langkah menutup pasar hewan yang ada di Kabupaten Temanggung," katanya, Rabu.

Khadziq berharap dengan penutupan pasar hewan tersebut, PMK tidak menyebar. Ia juga berharap memasuki bulan Dzulhijjah atau Idul Adha nanti kasus PMK sudah berkurang jauh sehingga tidak memunculkan kekhawatiran masyarakat dalam pengadaan hewan qurban. 

Menurut dia, saat ini tim dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan dan dari lintas sektor, baik dari Polres maupun Kodim terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan di lapangan untuk pencegahan penularan PMK. "Sampai sekarang belum ditemukan sapi mati di Temanggung karena PMK, tetapi sapi yang kondisi kesehatannya mengkhawatirkan kemudian disembelih itu sekitar 10 ekor," katanya. 

Penularan ke binatang lain, seperti kambing atau domba belum ditemukan. Ia mengaku terus waspada dan berhati-hati mencermati setiap perkembangan yang terjadi dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan supaya tidak merugikan masyarakat.

Ia meminta peternak maupun pedagang ternak serta masyarakat pada umumnya bisa memahami kondisi tersebut. Penutupan pasar hewan ini, kata dia, memang sebuah keputusan yang tidak enak, tetapi terpaksa harus dilakukan demi pengamanan agar ternak masyarakat tidak semakin banyak tertular PMK.

"Karena kalau semakin banyak yang tertular masyarakat sendiri yang akan mengalami kerugian," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement