Rabu 08 Jun 2022 13:00 WIB

Sebanyak 15 Ekor Anak Sapi di Lombok Tengah Mati Terdampak PMK

Dari 4.800 ekor sapi yang terkena PMK, sebanyak 2.456 ekor sudah sembuh.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Peternak merawat sapi perah yang sakit di Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (6/4/2022), ditengah wabah PMK.
Foto: ANTARA/Seno
Peternak merawat sapi perah yang sakit di Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (6/4/2022), ditengah wabah PMK.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH -- Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat selama sebulan sebanyak 15 ekor anak sapi mati terdampak penyakit mulut dan kuku (PMK). Penyakit itu masih merebak di Kabupaten Lombok Tengah.

"Anak sapi itu mati karena kurang mengkonsumsi susu dari induknya yang terkena PMK. Jadi bukan mati terkena PMK," kata Kepala Distanak Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Taufikurahman saat ditemui di Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (8/6/2022).

Sedangkan untuk ternak sapi yang terkena wabah PMK sampai saat ini tidak ada yang mati. Namun, ada yang dipotong paksa oleh para peternak sendiri untuk mencegah kejadian yang tak diinginkan. Kasus PMK di Lombok Tengah saat ini masuk gelombang kedua. Penyebaran kasus PMK terus meningkat mencapai 4.800 ekor, namun sebanyak 2.456 ekor dinyatakan sudah sembuh.

Baca juga : Kakinya Kram Akibat Terlalu Banyak Konsumsi Kafein, Liam Neeson Sampai Menangis

"Tinggal 49 persen yang masih sakit dan sedang dalam proses pengobatan," kata Lalu. Dia mengatakan, kondisi obat untuk mencegah wabah PMK masih langka. Sehingga, pihaknya melakukan pengobatan dengan herbal seperti dari gula merah, kunyit, dan daun kelor, untuk diberikan kepada ternak yang sakit.

Lalu juga berharap kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan PMK bagi ternak sapi yang terjangkit dan menyemprotkan disinfektan untuk sterilisasi kandang ternak. "Obat herbal juga cukup membantu dalam penyembuhan ternak sapi yang terkena wabah PMK," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement