Rabu 01 Jun 2022 20:19 WIB

Kasus Positif Covid-19 di Lampung Nihil

Di Provinsi Lampung sudah tidak ada zona merah dan oranye Covid-19.

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Nidia Zuraya
Covid 19 (ilustrasi)
Foto: Max Pixel
Covid 19 (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 di wilayah Lampung pada Rabu (1/6/2022). Selama pandemi Covid-19 total pasien positif 73.029 orang, pasien sembuh 68.653 orang, dan pasien meninggal dunia 4.128 orang.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung menyebutkan, pada Selasa (31/5/2022) terdapat penambahan 1 orang positif Covid-19, Senin (30/5/2022) nihil, Ahad (29/5/2022) 4 kasus, Sabtu (28/5/2022) bertambah 3 kasus, seorang meninggal dunia, Jumat (27/5/2022) 2 kasus, dan Kamis (26/5/2022) 3 kasus.

Baca Juga

Kepala Dinkes Lampung dr Reihana mengatakan, saat ini dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung, terdapat satu daerah zona hijau (tidak ada kasus) yakni Kabupaten Mesuji. “Sedangkan daerah lainnya masih zona kuning(risiko rendah),” kata Reihana dalam keterangan persnya, Rabu (1/6/2022).

Di Provinsi Lampung sudah tidak ada zona merah (risiko tinggi) dan oranye (risiko sedang). Kabupaten Mesuji saat ini memasuki zona hijau, dengan total kasus positif 1.206 orang, pasien sembuh 1.168 orang, dan kasus kematian 59 orang. Sedangkan Kota Bandar Lampung sebagai ibukota Provinsi Lampung total pasien positif 16.881 orang, pasien sembuh 16.029 orang, dan pasien meninggal dunia 842 orang.

Reihana mengatakan, total spesimen yang telah diuji di laboratorium sebanyak 283.381 spesimen, yang menghasilkan kasus positif 102.804 spesimen. Sedangkan total orang yang menjalani swab sebanyak 66.523 orang.

Mengenai progres program vaksinasi Covid-19 di Lampung, ia mengatakan, saat ini dari target sasaran vaksinasi Covid-19 sebanyak 6.645.226 orang, tercapai vaksinasi pertama 90,60 persen atau 6.020.268 orang, vaksinasi kedua 72,29 persen atau 4.803.773 orang, dan vaksinasi ketiga sebanyak 12,19 persen atau 810.303 orang.

Untuk program vaksinasi ketiga (booster) untuk kelompok remaja dan anak-anak masih nihil. Sedangkan kelompok petugas publik tercapai 27,09 persen, lansia 10,46 persen, dan masyarakat rentan dan umum 12,53 persen. 

Beberapa warga yang belum berminat menjalani vaksinasi ketiga atau booster, padahal sudah disuntik vaksinasi kedua, dikarenakan saat ini pandemi Covid-19 sudah mulai menurun. Sedangkan warga lain menyatakan, vaksinasi booster sudah tidak diperlukan lagi bila melakukan perjalanan luar kota.

“Kalau saya cukup vaksinasi kedua saja, soalnya kondisi pandemi Covid-19 sudah mulai reda, sudah banyak yang tidak pakai masker lagi,” kata Rice (48 tahun), warga Bandar Lampung.

Menurut dia, vaksinasi kedua sudah cukup untuk membentengi diri dari masuknya virus Covid-19 asalkan dapat menjagai pola hidup sehari-hari. Sebab, ujar dia, vaksinasi booster bersifat tambahan, hanya untuk menguatkan saja.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement