Sabtu 30 Apr 2022 10:03 WIB

Ada Bubaran Pabrik, Arus Keluar Gerbang Tol Cileunyi Padat Merayap

Arus pemudik keluar di Gerbang Tol Cileunyi padat merayap terimbas bubaran pabrik.

Foto udara kepadatan kendaraan di pintu keluar Jalan Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022). Arus pemudik keluar di Gerbang Tol Cileunyi padat merayap terimbas bubaran pabrik.
Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi
Foto udara kepadatan kendaraan di pintu keluar Jalan Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022). Arus pemudik keluar di Gerbang Tol Cileunyi padat merayap terimbas bubaran pabrik.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Arus lalu lintas pemudik yang keluar di Gerbang Tol (GT) Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, padat dan antre karena jalurnya terimbas bubaran buruh pabrik pada Jumat malam atau H-3 Lebaran 2022.

Kasatlantas Polresta Bandung Kompol Rislam Harfian mengatakan bubaran buruh pabrik di kawasan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, menyebabkan perlambatan arus lalu lintas.

Baca Juga

"Kebetulan memang jam bubaran Kahatex dan sepertinya ada peningkatan arus kendaraan juga, sehingga ada perlambatan," kata Rislam di Pos Terpadu Cileunyi.

Adapun kepadatan dari keluar GT Cileunyi hingga titik pabrik tersebut berjarak sekitar 9 kilometer. Kepadatan pun terjadi sepanjang jalur tersebut sejak sekitar pukul 22.00 WIB.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Rislam mengatakan telah memperbanyak personel untuk mengurai kepadatan. Hal itu karena selain bubaran pabrik, pemudik yang membeli jajanan di sekitar Cileunyi pun berpotensi menyebabkan perlambatan arus.

"Dan di sana juga ada tempat jajanan oleh-oleh, macam-macam, sehingga tim pengurai kita perbanyak di sana," katanya.

Kemudian perlambatan arus yang menyebabkan kepadatan juga antara lain karena pertemuan dua arus, yakni arus dari Tol Cileunyi dan jalur arteri dari arah Kota Bandung.

Karena itu, pihaknya pun melakukan kanalisasi agar kendaraan dari dua arus itu tidak langsung bercampur yang juga dapat menyebabkan perlambatan. "Sehingga bisa terurai dan tidak terlalu menghambat, karena sekarang sudah ada peningkatannya, nanti kita hitung." kata Rislam.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement