Kamis 28 Apr 2022 15:07 WIB

Polri Bawa Anjing Pelacak Sisir Peledak dan Narkoba di Terminal Kalideres

Petugas K9 Tim Satwa Mabes Polri menyisir barang bawaan pemudik di ruang tunggu.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Pemudik membawa barangnya menuju ruang tunggu keberangkatan bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (28/4/2022).
Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal
Pemudik membawa barangnya menuju ruang tunggu keberangkatan bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (28/4/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mabes Polri menghadirkan dua ekor anjing pelacak untuk menyisir barang bawaan pemudik mengantisipasi adanya narkoba, bahan peledak, dan barang terlarang lainnya di Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Hingga Kamis (28/4/2022) pukul 12.00 WIB, jumlah penumpang yang telah berangkat dari Terminal Kalideres mencapai 602 orang menggunakan 35 unit bus.

"Mabes Polri menerjunkan K9 Tim Satwa untuk melacak barang-barang terlarang di Terminal Kalideres berupa narkoba, bahan peledak, dan barang-barang terlarang lainnya yang mungkin ada di dalam bus maupun barang yang dibawa penumpang," kata Perwira Pos Pengamanan Ipda Kustanto saat ditemui di Terminal Kalideres, Kamis (28/4/2022).

Petugas K9 Tim Satwa Mabes Polri menyisir setiap barang bawaan pemudik di ruang tunggu hingga barang yang sudah tersusun di bagasi bus. Hanya saja, kata Kustanto, dalam penyisiran kali ini tidak ditemukan narkoba ataupun bahan peledak.

Kustanto menuturkan, petugas bakal memaksimalkan pengamanan mengingat jumlah penumpang diperkirakan mencapai puncak pada Kamis hingga esok. Sejumlah posko pelayanan mudik Lebaran tampak di sejumlah sudut terminal mulai dari posko pengamanan terpadu, posko kesehatan PMI, hingga posko tes urine BNN.

Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnain mengatakan jumlah pemudik sudah mengalami peningkatan yang signifikan dampak dari kebijakan boleh mudik dengan tujuan favorit adalah Padang, Palembang, Lampung, dan Jawa Tengah. "Puncak kepadatan penumpang diprediksi akan jatuh pada Jumat (29/4)," kata Revi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement