Sabtu 23 Apr 2022 00:01 WIB

Tomohon Miliki Pusat Pengelolaan Sampah Organik Terpadu

Pencanangan pusat pengelolaan sampah organik terpadu ini merupakan langkah strategis.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Petugas mencacah sampah organik (ilustrasi). Pemerintah Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), memiliki pusat pengelolaan sampah organik terpadu dirangkaikan dengan peringatan Hari Bumi Tahun 2022.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Petugas mencacah sampah organik (ilustrasi). Pemerintah Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), memiliki pusat pengelolaan sampah organik terpadu dirangkaikan dengan peringatan Hari Bumi Tahun 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, TOMOHON -- Pemerintah Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), memiliki pusat pengelolaan sampah organik terpadu dirangkaikan dengan peringatan Hari Bumi Tahun 2022.

"Ini sebagai langkah maju dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Kota Tomohon," kata Wali Kota Tomohon Caroll JA Senduk di Tomohon, Jumat (22/4/2022).

Baca Juga

Kota berpenduduk lebih 100 ribu jiwa tersebut merupakan daerah yang memiliki potensi sumber daya alamnya cukup besar. Sehingga pembangunan ekonominya sangat bertumpu pada upaya-upaya pemanfaatan sumber daya alam, seperti pertanian, kehutanan, pariwisata, dan sumber daya mineral.

Sebagai konsekuensi logisnya, akan memperhadapkan Kota Tomohon pada tantangan yang cukup besar dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Termasuk di dalamnya upaya pengelolaan sampah.

Pencanangan pusat pengelolaan sampah organik terpadu ini merupakan langkah strategis. Nantinya, pengelolaan sampah ini memberikan dampak cukup besar dalam penyelenggaraan pengelolaan sampah skala kota sesuai dengan norma, standar, prosedur, dan kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

"Harus kita ingat bahwa urusan lingkungan hidup bukanlah masalah kecil karena menyangkut masa depan generasi kita," sebut Senduk.

Pada saat membersihkan sampah dan menanam pohon artinya sedang menanam doa, menanam harapan, menanam kerja untuk kelanjutan hidup generasi yang akan datang, ujarnya. Masalah sampah menurut dia, masih menjadi permasalahan pokok yang mengakibatkan sumber kerusakan lingkungan.

"Jika kita mau dan sangat ingin memulainya dengan beralih menggunakan produk yang berbahan organik maupun anorganik, tentu masalah ini akan lebih mudah teratasi," kata dia menambahkan.

Dia berharap, semua pemangku kepentingan di kota ini menjaga kelestarian lingkungan dengan memilih dan berfikir hebat untuk konservasi lingkungan hidup.

Kadis Lingkungan Hidup Kota Tomohon John Kapoh mengatakan, kegiatan ini bekerja sama dengan TP PKK Kota Tomohon, Dinas Pertanian Kota Tomohon. "Ada kegiatan penanaman 400 batang pohon sepanjang jalan Polres Kota Tomohon, penyemprotan di beberapa tempat kerjasama dengan Brimob Polda Sulut," kata John.

Kegiatan memperingati Hari Bumi tahun 2022 dilaksanakan pembersihan dan pengangkatan gulma di Danau Sineleyan selama dua hari kerjasama dengan KPA, Mahasiswa pecinta alam UKIT Tomohon, Kecamatan Tomohon Tengah, DLH Kota Tomohon bersama pihak terkait.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement