Senin 18 Apr 2022 23:03 WIB

Dinkes OKU: Stok Vaksin Booster Cukup Hingga Jelang Lebaran

Saat ini tersedia lebih dari 10.000 dosis vaksin penguat untuk kebutuhan Ramadhan.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Petugas kesehatan melayani warga yang melaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster), Ahad (17/4/2022). Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, menjamin stok vaksin Covid-19 penguat (booster) mencukupi kebutuhan masyarakat di daerah itu hingga menjelang Idul Fitri.
Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Petugas kesehatan melayani warga yang melaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster), Ahad (17/4/2022). Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, menjamin stok vaksin Covid-19 penguat (booster) mencukupi kebutuhan masyarakat di daerah itu hingga menjelang Idul Fitri.

REPUBLIKA.CO.ID, OGAN KOMERING ULU -- Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, menjamin stok vaksin Covid-19 penguat (booster) mencukupi kebutuhan masyarakat di daerah itu hingga menjelang Idul Fitri 1443 Hijriah/Lebaran 2022.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ogan Komering Ulu (OKU), Andi Prapto di Baturaja, OKU, Senin (18/4/2022), mengatakan, saat ini tersedia lebih dari 10.000 dosis vaksin penguat untuk kebutuhan Ramadhan.

Baca Juga

"Ada lebih dari 10.000 dosis vaksin jenis AstraZeneca dan Pfrizer yang dialokasikan dari Kota Palembang ke Kabupaten OKU beberapa hari lalu," kata Andi.

Puluhan ribu dosis vaksin ini telah didistribusikan ke 18 puskesmas di 13 kecamatan di Kabupaten OKU untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pelosok desa. "Kalaupun masih kurang akan kami ajukan penambahan ke Pemerintah Provinsi Sumsel sesuai kebutuhan," kata dia.

Hal itu dilakukan mengingat masih banyaknya warga Kabupaten OKU yang belum divaksin dosis ketiga agar terhindar dari penyebaran Covid-19. Berdasarkan data, kata dia, hingga saat ini cakupan vaksin penguat di daerah itu masih tergolong rendah yaitu baru tercapai sekitar 5,4 persen dari 250 ribu target sasaran.

Menurut dia, rendahnya cakupan vaksinasi tersebut disebabkan karena tingkat kesadaran masyarakat untuk divaksin penguat masih rendah karena beranggapan dosis kedua sudah cukup untuk menangkal penyebaran Covid-19. "Namun, sejak adanya aturan mudik Lebaran yang mewajibkan warga minimal divaksin dosis ketiga, masyarakat mulai berbondong-bondong mau divaksin penguat. Untuk itu kami berupaya menjaga persediaan dosis vaksin agar tidak kosong," ujar dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement