Kamis 07 Apr 2022 12:22 WIB

Terminal Baranangsiang Bakal Sediakan Vaksin Booster untuk Pemudik

Terminal Baranangsiang akan menyediakan vaksin booster untuk para pemudik.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Bilal Ramadhan
Sejumlah penumpang berjalan di Terminal Tipe A Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat. Terminal Baranangsiang akan menyediakan vaksin booster untuk para pemudik.
Foto: Antara/Arif Firmansyah
Sejumlah penumpang berjalan di Terminal Tipe A Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat. Terminal Baranangsiang akan menyediakan vaksin booster untuk para pemudik.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Terminal Tipe A Baranangsiang, Kota Bogor yang melayani perjalanan antar kota dalam provinsi dan antar kota antar provinsi, akan mengadakan sentra vaksin booster. Saat ini, Terminal Baranangsiang tengah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor.

Kepala Terminal Baranangsiang, Moses Lieba Ary, mengatakan selain menyediakan sentra vaksin booster, pihaknya juga akan menyediakan pemeriksaan kesehatan dan tes urin. Namun, belum ditentukan kapan sentra tersebut akan digelar.

Baca Juga

“Belum (ada tanggalnya). Masih dikoordinasikan dengan Dinkes dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, sambil menunggu surat dari pimpinan juga,” kata Moses kepada Republika, Kamis (7/4/2022).

Sementara itu, sambung Moses, hingga saat ini di Terminal Baranangsiang belum ada lonjakan penumpang. Baik pada perjalanan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Dalam catatannya, Moses menyebutkan, sejak 1 hingga 5 April 2022 rata-rata jumlah kedatangan penumpang bus AKAP berada di angka 154 orang. Sedangkan pada keberangkatan rata-rata sekitar 180 orang.

Sementara itu, lanjutnya, pada bus AKDP rata-rata jumlah kedatangan penumpang sebanyak 198 orang. Kemudian pada keberangkatan rata-rata penumpang sebanyak 394 orang. “Belum ada kenaikan signifikan, masih sangat normal,” kata Moses.

Di samping itu, Moses mengatakan, rencananya ada fasilitas bus mudik gratis dari bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dimana pada dua tahun sebelumnya sejak 2020 dan 2021, fasilitas ini ditiadakan lantaran ada larangan mudik.

“Mungkin sekitar satu hingga dua hari ini, akan datang survei,” ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement