Rabu 06 Apr 2022 18:41 WIB

Antrean Minyak Goreng Curah Masih Terjadi di Cirebon

Di Cirebon masih terjadi antrean minyak goreng.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Muhammad Hafil
Antrean Minyak Goreng Curah Masih Terjadi di Cirebon. Foto llustrasi: Antrean minyak goreng (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Arif Firmansyah
Antrean Minyak Goreng Curah Masih Terjadi di Cirebon. Foto llustrasi: Antrean minyak goreng (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,CIREBON -- Antrian panjang warga yang hendak membeli minyak goreng curah masih terus terjadi di Kota Cirebon. Bahkan, sejumlah warga rela bermalam untuk menjaga antrian jeriken mereka di agen yang menjual minyak goreng curah.

Hal itu seperti yang terlihat di salah satu agen di kawasan Drajat, Kota Cirebon. Warga, yang sebagian besar merupakan pedagang kelontong, rela menginap agar jeriken mereka tidak digeser oleh orang lain.

Baca Juga

‘’Saya sudah antri dari pukul 22.00 WIB,’’ kata seorang warga yang sedang mengantri, Yudi, Rabu (6/4) siang.

Yudi merupakan pemilik toko kelontong di Pasar Sumber Kabupaten Cirebon. Dia terpaksa harus mengantri untuk memperoleh minyak goreng curah yang akan dijualnya kembali.

 

Meski sudah mengantri lama, namun Yudi tidak bisa memperoleh minyak goreng dalam jumlah yang dibutuhkannya karena adanya pembatasan dari pihak agen. Yakni, sebanyak dua jeriken per orang.

Untuk itu, Yudi mengaku mengerahkan anggota keluarganya untuk ikut mengantri guna membeli minyak goreng curah. Dengan cara demikian, dia bisa memperoleh delapan jeriken minyak goreng curah.

Yudi mengatakan, minyak goreng curah yang diperolehnya itu digunakan untuk dijual kembali kepada para konsumen di tokonya. Dia menyebutkan, sejak minyak goreng kemasan mahal, permintaan minyak goreng curah jadi meningkat.

‘’(Minyak goreng curah yang sudah diperoleh) ini cepat habis,’’ tukas Yudi.

Sementara itu, antrian warga yang hendak membeli minyak goreng curah juga terlihat di salah satu agen di Kesambi, Kota Cirebon. Antrian jeriken sudah terlihat meski pintu gerbang agen tersebut masih tertutup.

‘’Kalau tidak antri, tidak akan kebagian,’’ keluh seorang warga yang ikut mengantri, Diding.

Pria yang juga merupakan pedagang di Pasar Jagasatru Kota Cirebon itu mengakui, berbeda dnegan minyak goreng curah, minyak goreng kemasan memang tersedia. Namun, minat masyarakat untuk membeli minyak goreng kemasan menurun sejak harganya mahal.

‘’Banyak yang beralih ke minyak goreng curah,’’ kata Diding. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement