Senin 04 Apr 2022 22:50 WIB

Meski Sehat, Bolehkah Terlalu Banyak Konsumsi Seledri?

Seledri cukup dikenal sebagai sayur yang tinggi air dan rendah kalori.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nora Azizah
Seledri cukup dikenal sebagai sayur yang tinggi air dan rendah kalori.
Foto: flickr
Seledri cukup dikenal sebagai sayur yang tinggi air dan rendah kalori.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berkat kandungan airnya yang tinggi dan kalori sangat rendah, seledri menjadi cukup dikenal. Namun, bisakah makan terlalu banyak seledri? Jawaban sederhananya adalah tidak, karena seperti halnya makanan apa pun, berlebihan dapat menyebabkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan.

Menurut Live Science , dikutip Senin (4/4/2022), seledri kaya dengan fitonutrien, vitamin K, folat, potasium, dan serat. Namun, seledri hanya mengandung sejumlah kecil vitamin C, A, dan B. Setiap tangkai mengandung sekitar 10 kalori, yang menjelaskan bagaimana seledri semakin populer dalam budaya diet.

Baca Juga

Meskipun kandungan nutrisi itu merupakan bagian besar dari daya pikatnya, sayuran ini juga diketahui mengandung pestisida dalam jumlah tinggi. Dilansir Health Digest pada Senin (4/4/2022), Enviromental Working Group membuat daftar makanan teratas dengan pestisida yang disebut dirty dozen.

Healthline menunjukkan seledri memiliki beberapa manfaat kesehatan luar biasa, seperti menetralkan makanan asam, mengurangi peradangan, dan mendukung sistem pencernaan. Meski memiliki manfaat kesehatan, sayuran bintang ini dapat berdampak negatif.

"Karena seledri sebagian besar terbuat dari air (hampir 95 persen), seledri tidak terlalu tinggi vitamin atau mineral apa pun," kata ahli gizi ahli gizi terdaftar, Megan Ware kepada Live Science.

Selain itu, seledri rendah kalori. Diet yang berpusat pada makan terlalu banyak seledri, mungkin sulit mencapai asupan kalori harian. Tidak makan cukup kalori dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. LiveStrong memperingatkan makan makanan yang terlalu ketat dapat menyebabkan kekurangan nutrisi, mengganggu fungsi otak, menurunkan energi, dan menyebabkan masalah pencernaan.

Laporan lain dari Eating Well bahwa jumlah seledri yang berlebihan dapat berinteraksi dengan obat-obatan, khususnya pengencer darah karena peningkatan vitamin K. Baik meminum jus seledri, atau memakannya dengan hidangan hummus, tetapi pertimbangkan untuk membeli seledri organik untuk mengurangi paparan pestisida. Bergeser dari diet sementara di mana seseorang mungkin memprioritaskan seledri dan sebaliknya fokus pada menciptakan gaya hidup sehat yang memprioritaskan diet seimbang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement