Kamis 31 Mar 2022 22:20 WIB

Pertamina: Stok Solar Subsidi bagi Konsumen di Jateng- DIY Aman

Pertamina Patra Niaga sebut stok solar subsidi Jateng-DIY capai 16 hari

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Aktivitas pengisian armada distribusi solar bersudsidi di fasilitas depo Pertamina Jawa Bagian Tengah. Stok produk Solar di Fuel Terminal di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai hampir 16 hari, PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan stok Jenis BBM Tertentu (JBT) atau BBM subsidi dalam kondisi aman.
Foto: dok. Istimewa
Aktivitas pengisian armada distribusi solar bersudsidi di fasilitas depo Pertamina Jawa Bagian Tengah. Stok produk Solar di Fuel Terminal di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai hampir 16 hari, PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan stok Jenis BBM Tertentu (JBT) atau BBM subsidi dalam kondisi aman.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG–Stok produk Solar di Fuel Terminal di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai hampir 16 hari, PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan stok Jenis BBM Tertentu (JBT) atau BBM subsidi dalam kondisi aman.

Sehingga konsumen yang ada di dua daerah wilayah kerja PT Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah ini tidak perlu mencemaskan ketersediaan BBM jenis Solar bersubsidi untuk kebutuhannya.

Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho mengatakan, penyaluran Solar subsidi di Jawa Tengah dan DIY –sejauh ini—tetap normal, lancar dan terkendali.

“Pertamina berkomitmen menyalurkan Solar subsidi untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Jawa Tengah dan DIY sehingga konsumen tidak perlu khawatir,” ungkapnya, di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (31/1).

Saat ini, lanjut Brasto, ketahanan stok produk Solar di Fuel Terminal di Jawa Tengah dan DIY mencapai hampir 16 hari. Angka tersebut belum termasuk stok yang ada di kilang maupun dalam pengantaran melalui kapal.

Brasto juga menjelaskan, penyaluran produk Solar subsidi diatur oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), baik untuk pengaturan jumlah kuota maupun peruntukannya.

Di wilayah operasional Jawa Tengah dan DIY untuk saat ini ada sebanyak 754 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ditetapkan untuk menerima alokasi penyaluran produk Solar subsidi.

“Rinciannya sebanyak 675 SPBU berada di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan 79 SPBU di wilayah Provinsi DIY,” jelasnya.

Di lain pihak, Brasto juga mengungkapkan, berdasarkan monitoring yang dilakukan Pertamina, saat ini terdapat peningkatan konsumsi BBM Solar di tengah masyarakat, seiring dengan pemulihan dan peningkatan ekonomi yang terjadi.

Hal itu diakuinya turut memicu lonjakan konsumsi dari kuota yang telah ditetapkan oleh BPH Migas. Di mana rerata konsumsi harian Solar subsidi yang disalurkan PT Pertamina Patra Niaga hingga akhir Februari 2022 di Jawa Tengah dan DIY berada di angka 5.833 kiloliter per hari.

“Angka tersebut berada 11 persen di atas (melampaui) rerata kuota harian tahun 2022 yang ditetapkan di angka 5.253 kiloliter per hari,” jelasnya.

Kendati begitu, Pertamina berkomitmen untuk tetap menyediakan Solar untuk memenuhi kebutuhan, khususnya bagi konsumen yang memang berhak menerima subsidi dari Pemerintah.

Pertamina senantiasa mengimbau kepada masyarakat umum, khususnya yang berasal dari kalangan mampu atau menengah ke atas, dapat bijak dalam menggunakan produk BBM sesuai peruntukannya agar subsidi dari Pemerintah tepat sasaran.

Pertamina juga terus mendorong dan mengedukasi agar masyarakat lebih memilih BBM nonsubsidi dari produk Pertamina yang kualitasnya lebih baik bagi mesin kendaraan dan lebih ramah bagi lingkungan.

“Untuk BBM jenis gasoline terdapat dua produk Pertamax Series, yaitu Pertamax (RON 92) dan Pertamax Turbo (RON 98). Sementara untuk BBM jenis gasoil tersedia dua produk Dex Series, di antaranya Dexlite (CN 51) dan Pertamina Dex (CN 53),” jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement