Jumat 25 Mar 2022 14:58 WIB

Curhat Warga Asmat, Baku Pukul Supaya Dapat Guru

Risma menjanjikan guru virtual dan siap mengajar dari Jakarta.

Rep: Febryan A/ Red: Ilham Tirta
Menteri Sosial Tri Rismaharini di Papua.
Foto: Republika/Febryan A
Menteri Sosial Tri Rismaharini di Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, AGATS -- Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini kembali mengunjungi Kampung Erosaman di Distrik Der Komour, Kabupaten Asmat, Papua pada Kamis (24/3/2022). Risma memantau pemanfaatan bantuan yang diberikan Kementerian Sosial pada 2021.

Dalam kesempatan itu, warga setempat mengeluh kepada Risma soal minimnya tenaga pengajar. Salah seorang warga mengatakan, anak-anak tingkat prasekolah sangat bersemangat untuk belajar di community center yang dibuatkan Kemensos. Namun, selama ini tidak ada guru.

Baca Juga

Sementara di tempat lain, ia mendengar ada yang kelebihan guru. "Jadi kami, baku pukul ibu. Supaya dapat guru,” kata warga tersebut, sebagaimana dikutip dari siaran pers Kemensos, Jumat (25/3/2022).

Mendengar penjelasan itu, Risma seketika meminta warga tidak berkelahi demi mendapatkan guru. "Nggak usah baku pukul," kata Risma. Sebab, baku pukul tak akan menyelesaikan masalah.

Menurut Risma, dalam era internet saat ini, guru tidak harus datang langsung menemui para siswanya. Risma pun memberikan solusi dengan rencana pemasangan jaringan internet untuk community center Kampung Erosaman.

"Nanti di sini saya pasang televisi ya. Nanti dikasih sambungan internet. Jadi guru bisa mengajar anak-anak di sini dari jarak jauh. Nanti saya ngajar ya dari Jakarta,” kata Risma.

Selain mendengar curahan hati (curhat) warga Kampung Erosaman, Risma juga menemui warga Kampung Amagais, yang merupakan kampung terjauh di Distrik Der Komour. Di Amagais, Risma menyerahkan bantuan pemberdayaan ekonomi berupa bibit lele dan fasilitas penjernih air.

Mensos menyatakan, fasilitas penjernih air merupakan solusi penyediaan air bersih bagi warga. "Papa mama nanti tidak perlu tergantung dari air hujan lagi. Setelah dijernihkan bisa dikonsumsi untuk minum," kata Risma.

Risma juga menyerahkan bantuan pemberdayaan ekonomi kepada Keuskupan Agats senilai Rp 7,6 miliar, Pemkab Asmat Rp 1,3 miliar, dan Masjid An-Nur Rp 945 juta. Bantuan yang diserahkan berupa satu unit mesin desalinasi air, satu paket solar cell, budidaya ternak ayam petelur, benih sayur, bibit buah, bibit lele, budidaya pertanian dan perikanan, dua unit mesin desalinasi air (untuk Pemkab dan Masjid An-Nur), dan dua paket solar cell (Pemkab dan Masjid An-Nur).

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement