Rabu 23 Mar 2022 23:39 WIB

Basarnas Ikut Pencarian Bocah Terseret Arus Sungai di Sumenep

Basarnas dan Polres Sumenep lakukan pencarian bocah terseret arus sejak 19 Maret

Korban kapal tenggelam (ilustrasi).
Foto: Antara
Korban kapal tenggelam (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, SUMENEP -- Tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) membantu mencari bocah berumur 7 tahun yang hilang terseret arus sungai di Sumenep, Jawa Timur, pada 19 Maret 2022 dan hingga kini belum ditemukan.

Menurut Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti di Sumenep, Rabu, pihaknya sengaja meminta bantuan Basarnas, karena sudah lebih dari empat hari pencarian dilakukan, akan tetapi bocah yang terseret arus sungai tersebut belum ditemukan."Tim berbagi tugas, dan khusus Basarnas ini melakukan pencarian di wilayah Perairan Talango, Kalianget dan Pulau Giligenting," katanya.

Bocah yang terseret arus sungai pada 19 Maret sekitar pukul 16.30 WIB itu bernama Fidya Talitatus Shofiyah, warga Dusun Panggulan, Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, Sumenep. Korban masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar. Musibah yang menimpa anak itu terjadi, saat korban pulang dari tempat ia mengaji tak jauh dari rumahnya. 

Korban pulang bersama tante dan neneknya. Kala itu, korban melewati jalan yang tergenang air akibat luapan banjir air sungai. K

orban terjatuh, lalu terseret arus sungai yang sangat deras. Nenek korban Hasanah dan tantenya yang bernama Eva, sempat berupaya menolong Talita, akan tetapi arus sungai yang sangat kuat, membuat upaya keduanya gagal.

Widiarti menuturkan, pada pencarian hari kelima, pencarian dibagi dalam tiga tim.Tim pertama melakukan penyisiran dari tempat kejadian sampai jembatan perbatasan Desa Kebundadap Timur dengan Desa Kebundadap Barat. Tim kedua melakukan penyisiran sungai atau saluran air dari jembatan batas Desa Kebundadap Timur dan Desa Kebundadap Barat sampai ke dermaga pertemuan saluran air dengan sungai Saroka.

Sedangkan tim ketiga, pencarian dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat setempat menyusuri sepanjang pesisir Sungai Saroka sampai pesisir laut di Desa Tanjung dan Desa Pagarbatu, Sumenep."Dan khusus Basarnas dan Polair Sumenep, melakukan pencarian di wilayah Perairan Talango, Kalianget dan Pulau Giligenting, akan tetapi korban belum ditemukan," katanya, menjelaskan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement