Rabu 16 Mar 2022 20:25 WIB

Pemprov Lampung Minta Pertamina Tambah Kuota Bio Solar

Kekurangan stok bio solar mengakibatkan terjadinya antrean panjang kendaraan truk

Rep: mursalin yasland/ Red: Hiru Muhammad
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung meminta Pertamina menambah kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) terutama bio solar. Hal tersebut seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat setelah ada penurunan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). foto ilustrasi.
Foto: Pertamina
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung meminta Pertamina menambah kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) terutama bio solar. Hal tersebut seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat setelah ada penurunan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). foto ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung meminta Pertamina menambah kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) terutama bio solar. Hal tersebut seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat setelah ada penurunan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kekurangan stok bio solar di Lampung terjadi di Kota Bandar Lampung dan berbagai daerah. Stok bio solar di berbagai SPBU sering terjadi kekosongan, sehingga antrean kendaraan jenis truk mulai terjadi, sehingga mengganggu aktivitas transportasi masyarakat dan dunia usaha.

Baca Juga

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung Kusnardi mengatakan, gubernur telah melayangkan surat permintaan tambahan kuota BBM terutama jenis bio solar. “Sekarang mobilitas masyarakat meningkat,” kata Kusnardi di Bandar Lampung, Rabu (16/3/2022).

Menurut dia, kekurangan stok bio solar sudah terjadi merata di kabupaten/kota, seiring dengan pelonggaran PPKM pada masa pandemi Covid-19, yang berarti aktivitas atau mobilitas masyarakat mulai meningkat, apalagi menjelang Ramadhan.

Pemprov Lampung sudah berkoordinasi dengan Pertamina terkait kelangkaan BBM jenis bio solar. Kekurangan stok bio solar mengakibatkan terjadinya antrean panjang kendaraan truk di jalan raya dan mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas.

Pertamina akan melakukan pengawasan distribusi dan penggunaan bio solar kepada masyarakat yang membutuhkan. Bio solar hanya diperuntukkan kendaraan truk bukan kendaraan pribadi mewah atau pelat merah. Bagi mobil mewah menggunakan Pertadex dan tidak diperkenankan ikut mengantre di pengisian bio solar.

Menurut Susanto, antrean kendaraan yang ingin mendapatkan pengisian bio solar tidak saja bagi kendaraan truk, bus, tapi juga banyak kendaraan pribadi. Selisih harga, kata dia, juga menyebabkan stok bio solar cepat habis.“Kalau ada selisih jauh, jelas orang cari yang murah. Sama halnya dengan premium,” ujar Susanto, petugas SPBU di Jl ZA Pagaralam.

Kekurangan stok bio solar di berbagai SPBU dalam Kota Bandar Lampung, beberapa hari terakhir, terjadi antrean panjang kendaraan truk. Antrean terpantau tumpah ke jalan raya, sehingga arus lalu lintas masyarakat terganggu, karena badan jalan menyempit.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement