Rabu 16 Mar 2022 13:36 WIB

Harimau Serang Kambing Warga Koto Tinggi dan Banban, Kabupaten Agam

Warga mendapati luka gigitan di tubuh hewan ternak dan menemukan jejak kaki harimau.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Tim dokter hewan memeriksa kesehatan seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) bernama Corina yang berjenis kelamin betina di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD) Arsari, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Jumat (11/12/2020).
Foto: Antara//Muhammad Arif Pribadi
Tim dokter hewan memeriksa kesehatan seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) bernama Corina yang berjenis kelamin betina di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD) Arsari, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Jumat (11/12/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, AGAM -- Harimau dilaporkan menyerang ternak milik warga di Koto Tinggi dan Banban, Nagari Ampek Koto Palembayan, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Wali Nagari Ampek Koto Palembayan, Roni Akmal mengatakan, kambing milik warga di Koto Tinggi diserang harimau pada Sabtu (12/3/2022) malam WIB.

Adapun kambing warga di Banban diserang harimau pada Rabu (16/3/2022) pagi WIB. "Pada Senin (14/3) kambing di Koto Tinggi mati dan (kambing) di Banban dalam kondisi sekarat," katanya di Lubukbasung, Kabupaten Agam, Rabu.

Roni mengatakan, warga mendapati luka gigitan pada tubuh ternak dan menemukan jejak kaki harimau di lingkungan permukiman. "Kami menemukan jejak kaki satwa tersebut di sekitar permukiman warga," katanya.

Roni menuturkan, warga sering melihat jejak kaki harimau saat berburu di area hutan di Nagari Ampek Koto Palembayan. Hanya saja, baru kali ini mereka melihat jejak harimau di permukiman. Roni pun melaporkan insiden serangan harimau di wilayahnya ke Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Maninjau.

Kepala Resor KSDA Agam Ade Putra mengatakan, jajarannya sudah menerima laporan mengenai kasus dugaan serangan harimau di Nagari Ampek Koto Palembayan .Petugas KSDA, menurut dia, akan menangani konflik satwa di nagari itu setelah menangani kemunculan beruang di Sidang Tangah, Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur. "Kita ke lokasi setelah melakukan penanganan konflik di Sidang Tangah," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement