Selasa 08 Mar 2022 09:45 WIB

Khofifah Ajak Dai Masih Berdakwah Jauhkan Masyarakat dari Rentenir

Pemprov bersama Bank Jatim membuat terobosan guna menekan gerak rentenir.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (tengah).
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (tengah).

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mengajak para dai dan daiyah dari pesantren ikut secara masif melakukan dakwah untuk menjauhkan masyarakat dari jerat para rentenir. Khofifah mengaku, setiap hari keliling ke daerah di Provinsi Jatim melakukan tasaruf zakat produktif untuk pelaku usaha ultra mikro.

"Saya tanya apakah mereka sangat terdesak, apakah mereka pinjam ke rentenir dan jawabannya iya, banyak dan seterusnya. Ini pekerjaan rumah kita semua, bagaimana tafaqquh fiddin (mempelajari ilmu agama) bisa diikuti dengan dakwah bil lisan tetap jalan, dakwah bil maal dikuatkan, ini harus selaras," katanya saat menghadiri acara Haflah Ikhtitamiddurus dan Alfiyyah Ibn Malik di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Senin (7/3) malam WIB.

Menurut dia, hal itu juga menjadi pekerjaan rumah bagi para pendakwah ikut berdakwah memberikan masukan agar warga menjauhi rentenir. Khofifah berharap, para dai dan daiyah, serta mubalig memberikan pemahaman dengan harapan agar warga tidak terjerat rentenir. Terlebih saat ini banyak sistem pinjaman daring yang mayoritas ilegal.

Khofifah menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim bersinergi dengan Bank Jatim membuat terobosan guna menekan gerak rentenir. Dengan format dakwah yang sudah secara turun temurun, luas, dan masif di pesantren, sambung dia, diharapkan masalah itu bisa semakin membuat sadar masyarakat agar jangan sampai masuk ke rentenir.

Khofifah mengatakan, di pesantren juga diajarkan format dalam menghadapi era industri 4.0, yakni problem solving. Di pesantren para kiai dan santri bermunajat, istikharah, shalat tahajud dalam beragam hal, sehingga bukan hanya soal teknologi menghadapi era industri 4.0. "Jadi, jika diurai betul ada transformasi digital, tapi kebutuhan tertinggi adalah problem solving. Itulah yang disiapkan oleh pondok pesantren," kata Khofifah.

Acara Haflah Ikhtitamiddurus dan Alfiyyah Ibn Malik digelar di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Sejumlah pejabat dari Kediri dan sekitarnya hadir dalam acara itu, termasuk gubernur Jatim.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement