Selasa 08 Mar 2022 02:08 WIB

Dinkes Bali Optimistis Target Vaksinasi Penguat Tercapai 11 Maret

Percepatan vaksinasi Covid-19 penguat ini dukungan kebijakan tanpa karantina PPLN

Seorang petugas kesehatan memberikan suntikan booster Moderna COVID-19 kepada manusia selama kampanye vaksinasi dosis ketiga di Denpasar, Bali, Indonesia pada Sabtu, 29 Januari 2022.
Foto: AP/Firdia Lisnawati
Seorang petugas kesehatan memberikan suntikan booster Moderna COVID-19 kepada manusia selama kampanye vaksinasi dosis ketiga di Denpasar, Bali, Indonesia pada Sabtu, 29 Januari 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR--Dinas Kesehatan Provinsi Bali optimistis target vaksinasi Covid-19 penguat (booster) dengan cakupan minimum 30 persen (902.367 orang) bisa tercapai dalam waktu tujuh hari atau 11 Maret 2022."Kemarin, Ahad (6/3) sudah dilakukan gerakan serentak di seluruh Bali. Kami optimistis, karena Bapak Gubernur turun langsung mengomando," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Made Rentin di Denpasar, Senin (7/2/2022).

Sebelumnya Gubernur Bali Wayan Koster menginstruksikan para bupati/wali kota se-Bali agar mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi penguat, sehingga tercapai target minimum 30 persen dalam waktu tujuh hari, terhitung mulai 5 Maret 2022. Percepatan vaksinasi Covid-19 penguat ini merupakan komitmen dan bentuk dukungan terkait kebijakan pemberlakuan tanpa karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang datang ke Pulau Dewata mulai 7 Maret 2022.

Baca Juga

Menurut Rentin, terkait persiapan percepatan vaksinasi penguat ini sudah dilakukan dua kali rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Bali Wayan Koster, yakni pertama pada 2 Maret 2022 menghadirkan unsur Polda Bali, Kodam IX/Udayana dan jajaran Dinas Kesehatan seluruh Bali."Dalam rapat itu dibahas agar manajemen diatur dengan baik, termasuk ketersediaan vaksin dan kesiapan tenaga kesehatan," ujar pria yang juga Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali itu.

Kemudian, rapat berikutnya pada 4 Maret 2022, Gubernur Bali memberikan arahan kepada perbekel (kepala desa), lurah dan bandesa se-Bali agar melakukan mobilisasi warga untuk mengikuti vaksinasi penguat."Jika ekspektasi Pak Gubernur, ada 200 orang saja objek sasaran per desa, maka dengan 700-an desa di Bali, per hari bisa mencapai sasaran 140 ribu orang," ucapnya.

Pihaknya mencatat pada Ahad (6/3/2022), vaksinasi penguat serentak sudah diterima sebanyak 45.914 orang yang tersebar di sembilan kabupaten/kota di Provinsi Bali.Secara kumulatif, hingga 6 Maret 2022, sudah 670.963 warga Bali yang telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 penguat. "Jadi, dari target 30 persen atau 902.367 orang itu, masih tersisa sebanyak 231.404 orang," kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali itu.

 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement