Sabtu 05 Mar 2022 17:08 WIB

Mencoba Konsep Baru Konser di Masa Pandemi

Para penikmat musik indie diajak nonton konser sambil barbeque-an dari tenda di alam.

Rep: S Bowo Pribadi / Red: Agus Yulianto
Suasana konser musik Indie Label yang digelar Dyandra Banaran Nusantara (DBN) selaku pengelola agro wisata Kampoeng Kopi Banaran (Kakoba), Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (4/3) malam. Pengelola wisata ini mencoba menghadirkan konsep baru konser off air dengan penerapan prokes ketat.
Foto: Republika/bowo pribadi
Suasana konser musik Indie Label yang digelar Dyandra Banaran Nusantara (DBN) selaku pengelola agro wisata Kampoeng Kopi Banaran (Kakoba), Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (4/3) malam. Pengelola wisata ini mencoba menghadirkan konsep baru konser off air dengan penerapan prokes ketat.

REPUBLIKA.CO.ID, Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun membuat dahaga para penikmat pertunjukan (konser) musik, kian menggelegak. Pasalnya, selama pandemi, ingar-bingar dan gemerlap cahaya panggung konser pun seolah nyaris lenyap.

Guna mengobati kerinduan tersebut, Dyandra Banaran Nusantara (DBN) selaku pengelola agro wisata Kampoeng Kopi Banaran (Kakoba) di Kabupaten Semarang melakukan trial (uji coba) penyelenggaraan konser dengan konsep serta kemasan yang keluar dari kebiasaan.

Mengusung titel ‘Intimate Concert’, DBN menghadirkan konser RA Bersinar dan Soegi Bornean, di arena Banaran BBQ Camp, kompleks agro wisata Kakoba, Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat (4/3) malam.

Namun jangan dibayangkan konser dua band Indie yang telah mendapatkan tempat di hati para penggemarnya, ini digelar dalam kemasan, atribut maupun properti konser yang penuh dengan gebyar.

 

“Kami memahami, situasi masih belum aman dari pandemi, maka trial ini kita kemas dalam tatalakasana serta kebiasaan yang baru,” ungkap Vice General Manager DBN, Yoga Teguh di sela hajat konser.

Menurutnya, kerja sama dengan Indie Label ini dipilih karena unsur musiknya masih ‘aman’, tidak terlalu ‘keras’ dan basis penggemarnya juga tidak seheboh misalnya ‘ambyar people’.

Selain itu juga masih memungkinkan jika dikemas dengan BBQ Camp. Jadi, para penikmat musik indie diajak nonton konser sambil barbeque-an dari tenda-tenda di alam terbuka pada malam hari.

 

photo
Suasana konser musik Indie Label yang digelar Dyandra Banaran Nusantara (DBN) selaku pengelola agro wisata Kampoeng Kopi Banaran (Kakoba), Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (4/3) malam. Pengelola wisata ini mencoba menghadirkan konsep baru konser off air dengan penerapan prokes ketat. - (Republika/bowo pribadi)

 

“Yang ternyata tak kalah seru juga, mulai dari suasananya, warna musiknya hingga menu hidangannya cocok dan ini menjadi hal yang positif dalam uji coba konser ini, ” jelasnya.

Yoga menambahkan, konsekuensi penyelenggaraan kegiatan wisata yang telah mengantongi sertifikat Cleanliness, Healt, Safety dan Environment Sustainability (CHSE), penyeleggaraan konser pun dikemas dengan kebiasaan yang baru.

Karena penyelenggaraan Intimat Concert ini tetap harus memedomani ketentuan PPKM leveling daerah di Kabupaten Semarang. Protokol kesehatan (prokes) untuk pengunjung dan karyawan diberlakukan dengan ketat.

Misalnya, untuk karyawan semua yang melayani telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga (booster) dan telah menjalani tracing berkala. Pun demikian untuk penonton juga menerapkan aplikasi PeduliLindungi dengan ketat.

Koordinasi dengan Satgas Covid-19 dan apparat kepolisian setempat juga dilakukan, SOP pencegahan diimplementasikan dari setting penonton yang berjarak, kemudian pembatasan jumlah penonton.

“Jika area BBQ Camp ini memiliki kpasitas hingga 300 orang, maka pada konser ini membatasi jumlah ticketing hanya 124,” jelasnya.

Pembelian ticket juga menerapkan sistim reservasi dengan cara online sepekan sebelum hari pelaksanaan konser. Untuk ticketing on the spot hanya dibatasi 20 persen dari jumlah ticketing yang dijual.

Jadi, bagi Kabupaten Semarang dan sekitarnya ini merupakan habbit baru yang coba kita terapkan dalam konser di masa pendemi ini.

Karena animonya ternyata juga bagus, penonton datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan luar Jawa Tengah. “Harapannya ini dapat menjadi triger untuk diterapkan pada event selanjutnya,” tandasnya.

Hal ini diamini oleh General Manager Agro Wisata Kakoba, Frina Bonita. Dari kacamata para pelaku pariwisata, konsep konser ini juga menjadi triger untuk membangkitkan industri kreatif yang selama ini sangat terpukul oleh pandemi.

“Mari kita semua bangkit, karena –ternyata-- menggelar kegiatan apakah itu pameran, festival dan konser dengan kemasan yang pro prokes dan lain dari biasanya pun masih dapat dilakukan, di masa pandemi ini, sepanjang komitmen tetap dilaksanakan,” katanya.

Dia juga mengungkapkan, bagi Kakoba, kegiatan ini juga menjadi jalan menuju pada kegiatan lain yang sudah disiapkan dan diprogramkan.

“Karena kita juga berencana menggelar Dynamic Fest, Banaran Coffe Festival bahkan juga Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) yang selama ini digelar di hall indoor akan kita coba di venue outdoor,” tandasnya.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement