Jumat 04 Mar 2022 17:04 WIB

Gus Yahya Doakan Airlangga Naik Kelas

Gus Yahya menyambut baik komitmen Airlangga untuk melaksanakan program kerakyatan.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) beserta Menko Perkenomian Airlangga Hartarto,  saat acara temu tani sekaligus penananam peremajaan sawit rakyat (PSR) di Desa  Kencana Mulya, Kecamatan Rambang, Muara Enim, Sumatera Selatan, Jumat (4/3/2022).
Foto: istimewa/doc humas
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) beserta Menko Perkenomian Airlangga Hartarto, saat acara temu tani sekaligus penananam peremajaan sawit rakyat (PSR) di Desa Kencana Mulya, Kecamatan Rambang, Muara Enim, Sumatera Selatan, Jumat (4/3/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, MUARA ENIM — Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mendoakan Menteri Koordinator Bidang Perkenomian Airlangga Hartarto naik kelas menjadi pemimpin yang lebih tinggi.

Dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id disebutkan, meski tidak secara gamblang menyebutkan, doa yang disampaikan Gus Yahya tidak leps dari posisi Airlangga Hartarto yang merupakan Ketua Umum Partai Golkar dan dalam potret berbagai lembaga masuk dalam radar sosok yang berpeluang dicalonkan dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.

“Kalau sekarang beliau masih Menko bidang Perekonomian, insya Allah saya doakan di masa mendatang naik kelas menjadi atasannya menteri,” kata Gus Yahya, saat acara temu tani sekaligus penananam peremajaan sawit rakyat (PSR) di Desa  Kencana Mulya, Kecamatan Rambang, Muara Enim, Sumatera Selatan, Jumat (4/3/2022).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan harlah  ke-99 NU (kalender Hijriyah) untuk wilayah Indonesia Barat dengan bertema “Lestari Alamnya, Sejahtera petaninya”. Tema itu menjadi payung untuk menyukseskan program PBNU menggerakkan potensi ekonomi berbasis sawit.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya menyambut baik komitmen  Airlangga Hartarto sebagai Menko Bidang Perekonomian untuk melaksanakan program langsung yang menyentuh kepada rakyat.  Kepada Airlangga, Gus Yahya menyampaikan bahwa mayoritas petani sawit di Sumatera, dari Aceh sampai Lampung adalah warga NU, bahkan banyak di antaranya yang merupakan pengurus.

“Oleh karena itu, PBNU mendukung program batuan  tanam sawit tersebut," kata Gus Yahya.

Gus Yahya menjelaskan,  bantuan kepada petani sawit merupakan salah satu serangkaian  kerjasama NU dengan pemerintah dari berbagai kementrian. NU sudah bekerjasama program kampung nelayan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Juga kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian BUMN.

“PBNU ingin membantu pemerintah, untuk bisa diperankan dalam program-program yang bersentuhan langsung kepada rakyat,” tuturnya.

Selain Airlangga dan Gus Yahya, hadir dalam acara tersebut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Wakil ketua Umum PBNU Nusron Wahid, Wakil Menteri  Perdagangan Jerry Sambuaga, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganundito,  PJ Bupati Muara Enim Nasrun Umar, Ketua DPRD Sumatera Selatan R.A Anita Noeeringhati, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkembuann Kelapa Sawit (BPDP-PKS) Eddy Abdurrachman dan Ketua PWNU Sumatera Selatan KH Amirullah Nahrawi serta tokoh masyarakat lainnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement