Jumat 25 Feb 2022 13:48 WIB

Siap Sambut G20, Waterfront Labuan Bajo Siapkan Ini

Labuan Bajo siap manfaatkan moment G20 untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Water Front Labuan Bajo sudah rampung 100 persen dan sudah siap menjadi ruang publik dan destinasi wisata.
Foto: Dok. Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flor
Water Front Labuan Bajo sudah rampung 100 persen dan sudah siap menjadi ruang publik dan destinasi wisata.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memastikan siap menyambut side event G20. Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina mengatakan Waterfront Labuan Bajo tengah melakukan sejumlah persiapkan setelah pembangunan infrastrukturnya selesai 100 persen. 

"Saat ini kita sudah masuk dalam tahap menggabungkan aktivasi program dan infrastruktur, sehingga ruang publik ini bisa memberi manfaat langsung ke masyarakat dan bisa menjadi atraksi landmark wajib Labuan Bajo,” kata Shana dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (24/2/2022). 

Baca Juga

Waterfront merupakan salah satu dari program penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo. Shana memastikan saat ini infrastrukturnya telah rampung dibangun dan siap digunakan dan dilengkapi dengan fasilitas kelas dunia dan berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan. 

Shana menambahkan, semua pihak dapat  menggunakan ruang publik tersebut. Hanya saja selama mengikuti peraturan dan memberi dampak positif kepada masyarakat setempat. 

"Waterfront adalah ruang publik, jadi siapa pun boleh menggunakan area Waterfront untuk aktivitas, baik itu aktivitas dari komunitas dan bisa diisi oleh event-event selama mendapat izin dari pihak pengelola  Waterfront, menjaga kebersihan, dan menjaga segala fasilitas yang dibangun tersebut,” ungkap Shana. 

Sebagai bangunan yang didesain sebagai ruang publik, Shana mengatakan BPOLBF bersama kementerian dan lembaga terkait berupaya untuk selalu melibatkan masyarakat lokal. Selanjutnya menduniakan salah satu bangunan ikonik Labuan Bajo tersebut. 

Dia memastikan, event yang dibuat akan selalu melibatkan komunitas lokal. “Kita punya banyak produk kesenian dan kebudayaan yang menarik, kita akan mengembangkan Labuan Bajo sebagai destinasi yang berkualitas dan berkelanjutan" tutur Shana. 

Sejak awal, kata Shana, proses pembangunan Waterfront selalu melibatkan masyarakat. Untuk desain, Shana menuturkan masyarakat setempat turut diikutsertakan sehingga muncul desain seperti yang saat ini sudah selesai. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, Pius Baut mengapresiasi pemerintah pusat yang telah membangun infrastruktur di Labuan Bajo, salah satunya Waterfront. Pius berharap waterfront segera diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk selanjutnya dikelelola dengan melibatkan masyarakat lokal. 

Pius Baut mengharapkan semua pihak bergandengan tangan menyambut G20. Selain itu juga memanfaatkan moment G20 ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Labuan Bajo Ignas menilai Waterfront Labuan Bajo akan menambah ruang publik untuk warga Labuan Bajo dan wisatawan. Dengan begitu seluruh warga punya kewajiban untuk menjaga dan merawatnya. 

“Jangan pernah dikasih ruang untuk vandalisme, ataupun pedagang kaki lima di area tersebut  apalagi mengubah fungsinya menjadi  tempat jemur pakaian,” tutur Ignas.

Ignas menilai Waterfront akan menambah spot wisata terutama untuk market wisatawan domestik. Khususnya bagi wisatawan untuk berfoto maupun wisata sejarah Kampung Bajo. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement