Selasa 22 Feb 2022 23:17 WIB

Covid-19 Bantul Bertambah 448 Kasus dalam Sehari

Jumlah pasien Covid-19 isolasi di Bantul mencapai 4.183 orang.

Jumlah pasien Covid-19 isolasi di Bantul mencapai 4.183 orang.
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Jumlah pasien Covid-19 isolasi di Bantul mencapai 4.183 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat kasus aktif atau pasien yang menjalani isolasi di daerah itu mencapai 4.183 orang, menyusul penambahan 448 kasus baru dalam sehari terakhir. Berdasarkan data Satgas Penanggulangan COVID-19 Bantul dikutip dari keterangan resmi pemkab di Bantul, Selasa (22/2/2022), tambahan kasus baru tersebut dihimpun dari 17 kecamatan seluruh Bantul, dengan tiga terbanyak dari Kecamatan Bantul 63 orang, disusul Sewon 56 orang, dan Kasihan 54 orang.

Penambahan kasus positif hari ini disertai dengan adanya kasus konfirmasi COVID-19 yang sembuh berjumlah 121 orang, dengan terbanyak dari Kecamatan Sewon 33 orang, Banguntapan 23 orang, dan Sedayu juga 23 orang. Untuk kasus konfirmasi COVID-19 yang meninggal dunia pada hari ini tercatat nol orang atau tidak ada laporan kasus.

Baca Juga

Dengan perkembangan kasus COVID-19 harian itu, maka total kasus positif sejak awal pandemi hingga saat ini menjadi 62.414 orang, dengan angka kesembuhan berjumlah 56.646 orang, sedangkan angka kematian totalnya tercatat 1.585 orang. Dengan demikian jumlah kasus aktif COVID-19 atau pasien yang masih menjalani isolasi maupun karantina di rumah sakit atau selter terpadu di Bantul masih 4.183 orang.

Disebutkan pula, Kecamatan Banguntapan menjadi daerah dengan kasus aktif terbanyak yaitu 646 orang, disusul Sewon 568 orang, kemudian Bantul 479 orang, sementara kecamatan dengan kasus terendah yaitu Dlingo dengan 46 orang. Bupati Bantul Abdul Halim Muslih terus mengingatkan masyarakat untuk selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, apalagi di saat tingginya kasus penularan akibat varian Omicron

 

."Mari bersama kita putus rantai penyebaran COVID-19 dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), dan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas," katanya.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement