Kamis 17 Feb 2022 14:22 WIB

16 Orang Meninggal Dunia Akibat Covid-19 di Bandung

Mayoritas penderita Covid-19 yang meninggal dunia belum divaksinasi dan punya komorbi

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Nur Aini
Petugas Public Safety Center (PSC) 119 mengenakan alat pelindung diri (APD) menyiapkan alat kesehatan di Gedung Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu (P2KT), Jalan Bapa Husen Dalam, Coblong, Kota Bandung, Senin (14/2/2022).Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bandung mencatat 16 orang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 sepanjang Januari-Februari.
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Petugas Public Safety Center (PSC) 119 mengenakan alat pelindung diri (APD) menyiapkan alat kesehatan di Gedung Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu (P2KT), Jalan Bapa Husen Dalam, Coblong, Kota Bandung, Senin (14/2/2022).Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bandung mencatat 16 orang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 sepanjang Januari-Februari.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bandung mencatat 16 orang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 sepanjang Januari-Februari 2022. Mayoritas penderita Covid-19 yang meninggal dunia memiliki riwayat komorbid dan belum divaksinasi.

"Kalau kita berbicara data meninggal dari 1 Januari sampai tanggal 16 Februari ada 16 orang yang meninggal," ujar Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung Asep Gufron, Kamis (17/2/2022).

Baca Juga

Ia menuturkan beberapa orang pasien Covid-19 yang meninggal dunia memiliki riwayat penyakit komorbid seperti demam berdarah maupun komplikasi. Sedangkan, terdapat pula yang belum divaksinasi.

"Dari 16 itu dikelas-kelas kan hampir 100 persen komorbid, 70 persen belum divaksin," ungkapnya. Asep mengatakan 80 persen penyebaran Covid-19 di Kota Bandung merupakan varian Omicron.

 

"Hasil kemarin dari dinkes 80 persen varian Omicron sisanya masih terus diperiksa varian apa. Varian delta masih bisa memungkinkan," katanya.

Antisipasi yang dilakukan, ia menuturkan pihaknya telah menyiapkan tempat isolasi mandiri (isoman) untuk masyarakat, tenaga kesehatan. Mereka yang menjalani isoman yaitu pasien yang mengalami gejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG).

"Kita menyediakan tempat isoman di hotel khusus nakes, di kewilayahan untuk masyarakat dan merekomendasikan beberapa hotel untuk dijadikan isoman berbayar," katanya.

Ia mengatakan pemerintah merekomendasikan beberapa tempat hotel untuk isoman. Ia memastikan seluruh masyarakat yang sedang terpapar Covid-19 dipastikan dilayani.

Baca:

Minyak Goreng Murah Kosong, Kantor Staf Presiden: Masyarakat Beli Berlebihan

Kabupaten Bantul Masuk Zona Merah Covid-19

Puluhan Nakes di Cianjur Positif Covid-19 dalam Dua Pekan Terakhir

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement