Kamis 10 Feb 2022 17:50 WIB

Kapal Bocor, Seorang Nelayan Hilang di Laut Indramayu

Dua korban lainnya selamat setelah terapung selama tiga jam.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Ilham Tirta
Pencarian nelayan yang tenggelam (ilustrasi).
Foto: Dokumen.
Pencarian nelayan yang tenggelam (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Sebuah perahu nelayan dilaporkan tenggelam di perairan Indramayu, Kamis (10/2). Akibat kejadian itu, satu orang nelayan hilang dan dua nelayan lainnya berhasil diselamatkan.

Korban hilang bernama Apandi (38 tahun), warga Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu. Sedangkan dua korban selamat, masing-masing bernama Juanda (57) dan Juwanto (47). Keduanya pun tercatat sebagai warga Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol.

Baca Juga

Komandan Kapal Pol VIII-1006 Pangkalan Kapal Patroli Eretan-Dit Polairud Polda Jabar, Bripka Masnudin menjelaskan, peristiwa itu bermula saat ketiga nelayan berangkat melaut menggunakan KM Luragung berbobot 4 GT, Kamis (10/2) sekitar pukul 07.00 WIB. Kapal dinahkodai oleh korban hilang. Sedangkan dua korban selamat, menjadi anak buah kapal (ABK).

Kapal mereka bertolak dari Kali Bugel untuk mencari ikan. Sampai ke tengah laut, atau sekitar pukul 08.00 WIB, mereka mulai menebarkan jaring.

"Namun tiba-tiba, kapal mengalami kebocoran dari bawah palka. Mereka berupaya menutup kebocoran dengan menggunakan kain, tapi tidak berhasil sehingga air terus masuk dan kapal akhirnya tenggelam,’’ kata Masnudin kepada Republika.co.id, Kamis (10/2).

Korban Juwanto saat itu bertahan di atas jeriken, dan korban Juanda bertahan di atas galon air minum. Sedangkan korban Apandi, bertahan di atas drum kecil. Setelah terapung-apung di lautan selama tiga jam, Juanda dan Juwanto hanyut terbawa arus.

Namun, Juanda dan Juwanto justru mendekat ke arah sebuah kapal nelayan lainnya, KM Langka Pasti 07, yang sedang lego jangkar di perairan Eretan. Mereka kemudian diselamatkan oleh para nelayan yang berada di kapal tersebut.

Nahkoda dari KM Langka Pasti, Dedy, kemudian segera melaporkan kejadian tersebut. Kedua korban dievakuasi oleh kru kapal VIII-1006 bersama masyarakat nelayan. Kedua korban lantas dibawa menuju Pos Pangkalan Kapal Patroli Eretan.

Sementara itu, hingga sekitar pukul 17.00 WIB, korban Apandi masih dinyatakan hilang. Upaya pencarian terhadap korban masih terus dilakukan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement