Rabu 09 Feb 2022 14:34 WIB

5.100 Liter Minyak Goreng Murah Terjual di Operasi Pasar Kota Mataram

Dalam operasi pasar minyak goreng, masyarakat hanya boleh membeli maksimal dua liter

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Dalam operasi pasar minyak goreng, masyarakat hanya boleh membeli maksimal dua liter. Ilustrasi.
Foto: ANTARA/Fakhri Hermansyah
Dalam operasi pasar minyak goreng, masyarakat hanya boleh membeli maksimal dua liter. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM - Dinas Perdagangan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat menyebut 5.100 liter minyak goreng kemasan jenis premium habis terjual melalui kegiatan operasi pasar minyak goreng murah. Minyak goreng tersebut dijual seharga Rp 14 ribu per liter di enam kecamatan se-Kota Mataram.

"Tingginya serapan penjualan minyak goreng melalui kegiatan operasi pasar (OP) tersebut karena antusiasme masyarakat di setiap titik kegiatan OP sangat tinggi," kata Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Rabu (9/2/2022).

Baca Juga

Menurut Sri, 5.100 liter minyak goreng yang terjual itu bersumber dari dua distributor atau merek yakni Bimoli dan Filma. Distributor merek Bimoli telah menyiapkan kuota minyak goreng murah per titik sebanyak 3.600 liter atau 300 dus untuk enam kecamatan se-Kota Mataram yang menjadi titik kegiatan OP. Artinya, satu titik mendapat kuota 600 liter atau 50 dus.

"Merek Filma menyiapkan 1.500 liter atau 130 dus tapi hanya untuk dua kegiatan OP di dua kecamatan. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat luar biasa," katanya.

 

Dalam OP minyak goreng murah, masyarakat dibatasi hanya boleh membeli maksimal dua liter. Hal itu dimaksudkan sebagai upaya pemerataan bagi warga lainnya yang belum bisa membeli minyak goreng. OP minyak goreng murah digelar sebagai upaya menyentuh masyarakat yang belum mendapat membeli minyak goreng murah di sejumlah ritel modern.

"Selain itu untuk menstabilkan harga minyak goreng yang hingga saat ini harganya masih tinggi yakni Rp 19 ribu sampai Rp 20 ribu per liter di pasar tradisional," jelas Sri.

Selain minyak goreng, dalam waktu bersamaan juga dilakukan OP gula pasir dengan harga Rp 12 ribu per kilogram. OP gula pasir di lakukan karena adanya indikasi kenaikan di pasar yang mencapai Rp 13.500-14.500 per kilogram. "Karenanya, di setiap kegiatan OP, gula juga selalu habis terjual sehingga kuota yang disiapkan 780 kilogram juga habis terjual. Setiap kecamatan kita beri kuota 130 kilogram," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement