Jumat 04 Feb 2022 04:10 WIB

Tanah Datar Siapkan Bajak Gratis untuk Petani

Petani cukup mendaftar melalui aplikasi yang disediakan Brigade Alsintan.

Rep: Febrian fachri/ Red: Dwi Murdaningsih
Pekerja membajak lahan jagung menggunakan tenaga sapi di Desa Bulupasar, Kediri, Jawa Timur, Rabu (29/9/2021). Bajak sawah bertenaga sapi menjadi pilihan petani karena tidak memungkinkan menggunakan traktor untuk menggemburkan tanah di sela-sela tanaman jagung.
Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Pekerja membajak lahan jagung menggunakan tenaga sapi di Desa Bulupasar, Kediri, Jawa Timur, Rabu (29/9/2021). Bajak sawah bertenaga sapi menjadi pilihan petani karena tidak memungkinkan menggunakan traktor untuk menggemburkan tanah di sela-sela tanaman jagung.

REPUBLIKA.CO.ID, BATUSANGKAR -- Pemkab Tanah Datar meluncurkan program Bajak Gratis untuk memudahkan petani menggarap lahan pertanian. Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengatakan bagi petani yang ingin mendapatkan layanan bajak gratis, cukup mendaftar melalui aplikasi yang disediakan Brigade Alsintan secara online di masing-masing kecamatan.

Selain itu, petani Tanah Datar juga dapat datang langsung ke Kantor Pusat Brigade di Cubadak, Kecamatan Lima Kaum dan di Dinas Pertanian Tanah Datar.

Baca Juga

"Sektor pertanian di Tanah Datar punya peran penting untuk meningkatkan perekonomian. Ini harus diberi dukungan," kata Eka Putra, Kamis (3/2/2022).

Eka menjelaskan untuk layanan bajak gratis ini, ada tiga pola yang dilakukan. Pertama, bantuan penuh dari Brigade Alsintan. Pertama, Alsintan dan seluruh pembiayaan layanan bajak gratis ditanggung Pemda.

 
Kedua, pemberdayaan alsintan yang dimiliki kelompok tani dan pembiayaan BBM dan biaya operator ditanggung Pemda. Ketiga, peminjaman Alsintan Brigade yaitu alsintan dari Pemda dan Pembiayaan ditanggung kelompok tani.

Eka menilai Tanah Datar salah satu daerah sentra produksi padi di Sumatra Barat. Pada 2021 lalu, produksi padi di Tanah Datar mencapai 314.917 ton. Dengan produktivitas 5,73 ton per hektar dan indeks pertanaman 2,56 per tahun.

 
Sedangkan produksi beras Tanah Datar surplus 147.188 ton tahun lalu. Di mana kelebihan beras tersebut dikirimkan ke kabupaten hingga provinsi tetangga.

"Kami harap kehadiran bajak gratis dapat menekan biaya produksi padi," ucap Eka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement