Kamis 03 Feb 2022 21:05 WIB

Kasus Covid-19 Melonjak, Jokowi: RS Masih Terkendali

Presiden mengungkapkan omicron tingkat penularannya tinggi, tapi fatalitas rendah.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Teguh Firmansyah
Siswa Sekolah Dasar Negeri Cilandak Barat 07 mengikuti kegiatan belajar mengajar tatap muka di kawasan Cilandak, Jakarta, Kamis (3/2/2022). Presiden Jokowi meminta pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dievaluasi, terutama di 3 provinsi, termasuk DKI Jakarta karena temuan kasus Corona hampir menyentuh angka 100 hingga 25 Januari.
Foto: Antara/Reno Esnir
Siswa Sekolah Dasar Negeri Cilandak Barat 07 mengikuti kegiatan belajar mengajar tatap muka di kawasan Cilandak, Jakarta, Kamis (3/2/2022). Presiden Jokowi meminta pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dievaluasi, terutama di 3 provinsi, termasuk DKI Jakarta karena temuan kasus Corona hampir menyentuh angka 100 hingga 25 Januari.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Kasus positif Covid-19 pada Kamis (3/2/2022) ini tercatat mengalami lonjakan hingga 27.197 kasus. Meskipun begitu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, kondisi keterisian tempat tidur di rumah sakit saat ini masih cukup terkendali.

“Kondisi rumah sakit hingga saat ini juga masih terkendali,” kata Jokowi dalam keterangan pers melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Baca Juga

Jokowi mengatakan, lonjakan kasus ini sebelumnya telah diperkirakan oleh pemerintah. Karena itu, pemerintah juga telah melakukan antisipasi dengan mempersiapkan berbagai fasilitas dan kebutuhan penanganan pasien positif baik dari segi rumah sakit, obat-obatan dan oksigen, sel isolasi, maupun tenaga kesehatan.

Presiden pun meminta masyarakat agar tetap tenang menghadapi lonjakan kasus ini. Ia menyampaikan, meskipun varian Omicron memiliki tingkat penularan yang tinggi, namun tingkat fatalitasnya lebih rendah jika dibandingkan dengan varian Delta.

 

Hal ini terlihat dari pengalaman lonjakan kasus di beberapa negara lainnya yang memiliki tingkat keterisian rumah sakit relatif rendah.

“Hal ini juga termasuk di negara kita Indonesia meskipun kasusnya melonjak cukup tinggi, namun keterisian di rumah sakit cukup terkendali,” kata dia.

Jokowi menyampaikan, varian Omicron dapat disembuhkan tanpa harus ke rumah sakit. Pasien yang terpapar varian ini dapat melakukan isolasi secara mandiri di rumah dan mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan serta kembali melakukan tes setelah lima hari.

Di tengah kenaikan kasus positif ini, ia pun mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan serta mengurangi aktivitas yang tidak mendesak.“Bagi yang belum divaksin agar segera divaksin. Bagi yang sudah divaksin lengkap dan sudah waktunya untuk disuntik vaksin penguat booster agar segera vaksin booster,” ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement