Sabtu 29 Jan 2022 00:37 WIB

Probable Omicron di DIY Bertambah Disebut Akibat Prokes Longgar

Penambahan kasus positif di DIY didominasi wisatawan dan pelaku perjalanan.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Agus raharjo
Tenaga kesehatan mengambil vaksin Covid-19 Sinovac saat vaksinasi Covid-19 susulan untuk anak-anak di SD Muhammadiyah Sagan, Yogyakarta, Selasa (25/1/2022). Beberapa siswa SD terpaksa mengikuti vaksinasi Covid-19 susulan karena berhalangan saat vaksinasi di sekolah asal. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mengaku telah menyelesaikan vaksinasi anak usia 6-11 tahun sesuai rekomendasi Kemenkes. Bahkan waktu yang ditargetkan selesai pada Rabu (19/1/2022) lebih cepat dengan capaian 101 persen.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Tenaga kesehatan mengambil vaksin Covid-19 Sinovac saat vaksinasi Covid-19 susulan untuk anak-anak di SD Muhammadiyah Sagan, Yogyakarta, Selasa (25/1/2022). Beberapa siswa SD terpaksa mengikuti vaksinasi Covid-19 susulan karena berhalangan saat vaksinasi di sekolah asal. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mengaku telah menyelesaikan vaksinasi anak usia 6-11 tahun sesuai rekomendasi Kemenkes. Bahkan waktu yang ditargetkan selesai pada Rabu (19/1/2022) lebih cepat dengan capaian 101 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kasus positif Covid-19 dengan hasil probable omicron sudah mencapai 34 kasus di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) DIY, Irene pun mewanti-wanti agar masyarakat tetap waspada dengan menjaga protokol kesehatan (prokes).

Irene tidak menampik saat ini penerapan prokes di masyarakat sudah mulai longgar. Hal ini juga dikarenakan kurangnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi penyebaran Covid-19 mengingat penambahan kasus terkonfirmasi positif landai di DIY.

Baca Juga

Meskipun begitu, beberapa hari belakangan ini penambahan kasus harian mulai meningkat kembali di DIY. Peningkatannya mencapai di atas 20 kasus per hari dari yang sebelumnya dilaporkan hanya di bawah 10 kasus. "Prokes itu harus, tidak boleh lengah kita sama prokes. Jadi betul-betul prokes itu dikawal betul supaya masyarakat bisa melaksanakan prokes dan tidak lengah. Kemarin kan karena agak landai, mungkin agak lengah," kata Irene kepada Republika.co.id melalui sambungan telepon, Jumat (28/1/2022).

Irene juga meminta agar masyarakat yang memiliki gejala Covid-19 dapat memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat. Begitu pun dengan masyarakat yang baru saja melakukan perjalanan antardaerah maupun antarnegara untuk dapat memeriksakan diri.

"Kalau ada gejala jangan sembunyi, jangan diam-diam, cepat ke sarana kesehatan. Misalnya ada gejala atau disampaikan saya baru kembali dari Arab Saudi, atau saya baru bertemu dengan keluarga saya ternyata keluarga saya positif, cepat sampaikan," ujarnya.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi juga terus mengingatkan agar masyarakat taat prokes. Terutama disiplin dalam menggunakan masker dan tidak berkerumun. Termasuk bagi pelaku usaha pariwisata yang diminta untuk memperketat penerapan prokes, seperti perhotelan.

Hal ini kondisi pariwisata Kota Yogyakarta sudah mulai meningkat yang mengakibatkan kunjungan wisatawan pun juga meningkat. "Kami juga sudah meminta teman-teman PHRI agar memperketat prokes. Ketika check in harus ketat, karena ada beberapa pelaku perjalanan yang positif," kata Heroe yang juga Wakil Wali Kota Yogyakarta tersebut.

Heroe menuturkan penambahan kasus positif fluktuatif sebagian besar penambahan merupakan pelaku perjalanan atau wisatawan yang datang ke Yogyakarta. "Disamping dari hasil skrining sekolah dan di rumah sakit, yang kita dapati adalah dari para pelaku perjalan menginap di Yogya. Ketika pulang naik pesawat atau kereta tes PCR, baru ketahuan positif Covid-19," ujarnya.

Meskipun begitu, Heroe menyebut, di Kota Yogyakarta belum didapatkan adanya penyebaran varian omicron. Sampel dari kasus positif Covid-19 yang memenuhi kriteria untuk mendeteksi varian omicron juga terus dikirimkan ke laboratorium. "Kita selalu mengirimkan sampel-sampel yang CT value di bawah 25. Tapi sampai sekarang kita belum mendapatkan hasil positif omicron," tegasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement